Beirut, MINA – Rezim Israel telah menggunakan bom fosfor putih dalam serangannya terhadap daerah sipil di Lebanon selatan.
Kantor berita Lebanon, Al-Mayadeen melaporkan pada Kamis (26/3) bahwa rezim Israel menggunakan bom fosfor putih dalam serangan di daerah Arnoun, Yohmor al-Shaqif, dan Kfar Tebnit di Lebanon selatan.
Rezim Israel melancarkan agresi militernya terhadap wilayah Lebanon pada 2 Maret lalu.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan pada Rabu (25/3) bahwa 1.094 orang telah tewas dan 3.119 lainnya terluka sejak dimulainya agresi rezim Israel terhadap Lebanon.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Dalam gelombang serangan Israel terbaru terhadap Lebanon selama kurang dari empat pekan terakhir, lebih dari satu juta orang juga telah mengungsi.
Secara terpisah, penggunaan fosfor putih, senjata pembakar yang dikenal menyebabkan luka bakar parah dan penderitaan jangka panjang, di daerah berpenduduk telah menuai kecaman keras sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional.
Human Rights Watch dan lembaga pemantau lainnya telah mendokumentasikan pengerahan senjata tersebut di zona permukiman, yang menggarisbawahi tindakan rezim yang membahayakan warga sipil secara sembrono.
Pola agresi ini, yang ditandai dengan pembunuhan massal, pengungsian massal, dan penggunaan senjata terlarang, merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan berdasarkan undang-undang internasional yang telah ditetapkan. []
Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic