Yerusalem, MINA – Israel melarang Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa memasuki Gereja Makam Suci untuk merayakan Misa Minggu Palma, pertama kalinya sejak pendudukan berlangsung di wilayah itu.
Pemerintah Yerusalem mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Ahad (29/3), larangan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional. Palinfo melaporkan.
Pemerintah Yerusalem menegaskan Israel tidak memiliki kedaulatan atas kota Yerusalem yang diduduki dan situs-situs suci Islam dan Kristennya, dan bahwa, sebagai kekuatan pendudukan, Israel berkewajiban untuk segera menghentikan penutupan situs-situs suci keagamaan, dan tidak menghalangi akses para jemaah ke tempat-tempat tersebut.
Pemerintah Provinsi Yerusalem menyebut tindakan sewenang-wenang ini mencerminkan kebijakan sistematis yang bertujuan melemahkan kebebasan beribadah di Yerusalem, dan memaksakan kendali atas pengelolaan tempat-tempat suci, termasuk menargetkan tempat-tempat suci Islam dan Kristen secara bersamaan, dalam eskalasi berbahaya yang memengaruhi esensi pluralitas agama dan sejarah kota tersebut.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Pemerintah Provinsi Yerusalem mengatakan bahwa Yerusalem, dengan situs-situs suci Islam dan Kristennya, akan tetap menjadi milik pemiliknya yang sah, dan bahwa upaya pendudukan untuk memaksakan realitas baru dengan kekerasan tidak akan berhasil mengubah identitas atau menghapus sejarah, tidak peduli seberapa besar pelanggaran dan tindakan sewenang-wenang meningkat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic