Tel Aviv, MINA – Pemerintah Israel dilaporkan menolak untuk ikut serta dalam rencana invasi darat Amerika Serikat ke Iran, meskipun sebelumnya berperan dalam serangan awal ke Teheran yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya tensi militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Israel disebut memilih membatasi keterlibatannya pada operasi serangan udara dan dukungan strategis, tanpa terjun langsung dalam kemungkinan operasi darat yang dinilai berisiko tinggi. Anadolu melaporkan, Rabu (1/4).
Sebelumnya, pada akhir Februari 2026, Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan militer terkoordinasi terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Operasi tersebut menjadi titik awal pecahnya konflik terbuka yang kini meluas di kawasan.
Seiring perkembangan situasi, wacana invasi darat ke Iran mencuat di kalangan militer AS. Namun berbagai pihak memperingatkan bahwa langkah tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi besar, termasuk perang berkepanjangan dan meningkatnya korban di kedua belah pihak.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Iran sendiri telah menegaskan akan memberikan respons keras terhadap setiap bentuk agresi tambahan.
Di sisi lain, konflik yang berlangsung telah meluas ke berbagai negara di kawasan. Serangan balasan Iran dilaporkan menyasar target-target di Teluk serta melibatkan kelompok sekutu seperti Hizbullah dan Houthi, sehingga meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.
Sikap Israel yang enggan terlibat dalam invasi darat menunjukkan adanya perhitungan strategis untuk menghindari beban perang jangka panjang.
Sementara itu, komunitas internasional terus mendesak deeskalasi, mengingat dampak konflik ini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi dan terganggunya jalur perdagangan utama dunia. []
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic