Tel Aviv, MINA – Israel pada Kamis (28/5) meluncurkan sistem elektronik baru yang disebut “Pendaftaran Tanah dan Penyelesaian Hak” di wilayah Palestina yang diduduki, sebuah langkah yang oleh para ahli digambarkan sebagai bagian dari proyek aneksasi di Tepi Barat, khususnya Area C.
Mereka mengatakan langkah ini menandai pergeseran dari aneksasi bertahap yang senyap menjadi aneksasi yang dideklarasikan melalui alat digital dan administratif. Middle East Monitor melaporkan.
Peluncuran sistem ini menyusul keputusan Kabinet Keamanan Israel pada Mei 2025 untuk memulai penyelesaian kepemilikan tanah secara komprehensif di seluruh Tepi Barat, dengan tujuan menyelesaikan pendaftaran tanah di bawah administrasi Israel.
Menurut informasi, proyek ini secara resmi dimulai pada 15 Februari 2026 setelah wewenang terkait pendaftaran tanah dialihkan ke Kementerian Kehakiman Israel dan otoritas Survei Israel. Anggaran sebesar 244 juta shekel (US$ 79 juta) dialokasikan untuk proyek tersebut.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Proyek ini bertujuan mendaftarkan hampir 58 persen lahan di Area C, setara dengan sekitar 35 persen dari Tepi Barat yang diduduki, tidak termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, sebagai bagian dari proses “penyelesaian hak milik”. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic