Ramallah, MINA – Lembaga Tahanan Palestina melaporkan bahwa otoritas penjajah Israel semakin meningkatkan kekerasan terhadap tahanan perempuan Palestina di penjara Damon, terutama melalui penggerebekan yang sistematis dan intensif.
Seperti dikutip dari Wafa, Senin (11/5), Penjara Damon saat ini menahan sebagian besar dari 88 tahanan perempuan Palestina. Di antara mereka ada dua gadis dan tiga wanita yang sedang hamil muda. Mereka ditahan dengan tuduhan hasutan versi Israel.
Berdasarkan kesaksian para tahanan, unit penindasan penjara Israel melakukan setidaknya sepuluh kali penyerbuan selama Maret dan April 2026. Para tahanan dipukuli dengan keras, dipaksa berbaring di lantai dengan tangan terikat ke belakang, lalu tetap ditendang dan dipukul oleh penjaga. Akibatnya, banyak yang luka-luka dan memar.
Selain itu, enam tahanan perempuan ditempatkan di kurungan soliter, ada yang lebih dari dua pekan. Sel-sel penjara juga sangat padat. Satu sel bisa berisi lebih dari sepuluh orang, banyak yang tidur di lantai.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Tindakan kelaparan juga sering terjadi, terutama saat hari libur Israel. Satu tahanan kehilangan berat badan sampai 30 kilogram setelah beberapa bulan ditahan.
Para tahanan juga dipaksa menjalani penggeledahan pakaian yang merendahkan, terutama saat dipindahkan ke penjara Hasharon atau saat baru tiba di penjara Damon.
Dua tahanan perempuan yang menderita kanker tidak mendapatkan perawatan medis yang layak, padahal kondisi kesehatan mereka terus memburuk.
Sebagian besar tahanan perempuan ditahan tanpa dakwaan dan tanpa pengadilan, hanya berdasarkan bukti rahasia yang disebut oleh otoritas penjajah Israel.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic