Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Tutup Al-Aqsa, Safari Ramadhan SMART 171 Jaga Nyala Solidaritas

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Kamis, 19 Maret 2026 - 07:24 WIB

Kamis, 19 Maret 2026 - 07:24 WIB

25 Views ㅤ

Komplek Masjid Al-Aqsa yang lengang karena ditutup oleh penjajah Zionis Israel. (Gambar: Thomas Keith)

SAFARI Ramadhan SMART 171 tahun ini sampai di ujungnya. Senin malam,16 Maret 2026, Masjid Habiburrahman di Bandung jadi saksi penutupan yang berbeda dari biasanya. Kali ini Farah Qoonita, aktivis SMART 171, hadir menyampaikan update langsung dari Palestina.

Ia menyebut bahwa tahun ini Masjid Al-Aqsa ditutup, tak bisa tarawih bahkan sekedar berkumpul. Mulanya Israel membatasi hanya 10 ribu jamaah bisa masuk, tapi kemudian ditutup selama 12 hari Ramadhan, sampai jamaah yang sudah datang dari jauh dan melewati banyak checkpoint penjajah terpaksa shalat di luar komplek masjid.

Masjid Habiburrahman yang tiap tahun langganan jadi tempat jamaah itikaf membangun tenda untuk menghidupkan malam Ramadhan, semakin hidup dengan pemaparan Farah Qoonita soal kedekatan warga Palestina dengan Al-Qur’an.

Sebagaimana jamaah Masjid Habiburrahman tilawah dan murajaah Al-Qur’an di dalam tenda, begitupun dengan warga Gaza di dalam tenda-tenda pengungsian mereka, penuh lantunan Al-Qur’an. Bedanya, mereka begitu tak hanya saat Ramadhan.

Baca Juga: Polisi, Sekejam Itukah?

Kata Farah, Profesor Zakaria dari Gaza menjelaskan bahwa predikat hafiz Al-Qur’an diberikan melalui standar sangat ketat, yakni harus mampu melafalkan hafalan tanpa kesalahan saat tasmi’, menguasai ribuan hadis terkait ayat, serta memahami sirah dan asbabun nuzul secara mendalam, sebelum akhirnya dinyatakan layak menerima selendang kehormatan.

Farah juga berkata, “di Gaza anak-anak tumbuh lebih cepat, lebih semangat menghafal Al-Qur’an karena mereka tahu bisa dibunuh Israel kapan saja. Jadi enggak ada tuh fase galau-galau kayak kita.”

Tak hanya Farah, Safari Ramadhan yang dilaksanakan SMART 171 sepanjang Ramadhan juga menghadirkan Dr. Maimon Herawati, Sarah Muthiah, dan dua orang syaikh asal Palestina, yakni Mahmoud Darwis dan Amin. Mereka menyapa masyarakat di 15 masjid Jakarta, Bandung, dan Sumedang. Masjid tersebut di antaranya Masjid Agung Al Ukhuwah, Masjid Cipinang Muara, Masjid Babrurrahman, Masjid Badan Kepegawaian Negara, Raya Unpad, Masjid Al Jabbar ITB, Masjid Nur Shofa Cimenyan, Masjid Al Muhajirin Griya Taman Lestari, Masjid Al Fitrah Pindad, Masjid Nurul Iman, dan lain-lain.

Kala Dr. Maimon Herawati, Direktur SMART 171 sekaligus Ketua Dewan Pengawas GPCI, menjadi pembicara di Masjid Baburrahman pada Sabtu, 14 Maret, jamaah itikaf bahkan berlama-lama bertahan, menunda pulang.

Baca Juga: Memaknai Bulan Solidaritas Palestina: Ketika November Menjadi Pengingat Kemanusiaan

Kajian bakda subuh yang harusnya selesai pukul 06:30 WIB, baru selesai pukul 07:30 WIB karena antusiasme jamaah mendengarkan dan bertanya. Beberapa ibu terlihat menangis tersedu-sedu mendengar paparan Dr. Maimon pagi itu.

Tahira, Ketua Pelaksana Safari Ramadhan menuturkan, “Yang kita bangun bukan sekadar empati sesaat, tapi kognitif yang sadar, pengetahuan yang terus hidup. Karena penjajah tak berhenti, maka suara kita juga tidak boleh berhenti.”

Penutupan di Masjid Habiburrahman ini jadi puncak rangkaian Safari Ramadhan. Suara-suara dari Gaza terasa sangat dekat, di beberapa masjid bahkan langsung disapa oleh Syaikh dari Gaza. Ini semua dilaksanakan sebagai ikhtiar penguatan solidaritas dan pengetahuan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Akhiri Perang Saudara Yaman-Arab Saudi, Rakyat Hanya Jadi Korban

Rekomendasi untuk Anda