Jakarta, MINA — Isu Palestina dipastikan menjadi salah satu agenda penting yang akan dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) organisasi Developing-8 (D-8) yang dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026 mendatang.
Hal ini terungkap dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI yang disampaikan pada Senin (9/2).
Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa selain persiapan logistik pertemuan puncak, pemerintah terus mengintensifkan pembahasan substantif antara pejabat tinggi dari negara anggota D-8.
Menurutnya, isu Palestina mendapatkan perhatian khusus karena keterkaitan dengan agenda pembangunan global dan stabilitas kawasan.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Arrmanatha menyampaikan bahwa sebelum KTT tingkat kepala negara, akan digelar serangkaian pertemuan pejabat tinggi dan menteri luar negeri untuk merumuskan posisi bersama.
Salah satu fokusnya adalah bagaimana negara-negara anggota dapat memperkuat kerja sama untuk merespons dinamika terbaru di Palestina.
Dalam pembahasan tersebut, peran negara anggota akan diarahkan pada upaya memperkuat Two-State Solution atau solusi dua negara yang telah menjadi konsensus Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta memantapkan kerja sama kemanusiaan.
Arrmanatha menekankan pentingnya memastikan bantuan terus mengalir bagi rakyat Palestina yang terdampak konflik.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Selain fokus pada isu Palestina, D-8 juga akan mengangkat sejumlah pembahasan tentang pembangunan sektor ekonomi, termasuk upaya memperkuat peran negara-negara anggota di tengah tantangan ekonomi global.
Diharapkan, pertemuan ini menjadi momentum untuk memperluas kerja sama tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga solidaritas kemanusiaan.
D-8 atau Developing-8 adalah forum kerja sama ekonomi yang beranggotakan delapan negara berkembang mayoritas Muslim — Indonesia, Bangladesh, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Mesir — yang dibentuk untuk memperkuat hubungan ekonomi dan sosial antarnegara.
Pada 2026, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT D-8, yang juga bertepatan dengan upaya diplomasi yang lebih luas termasuk isu-isu kemanusiaan dan perdamaian di kawasan Timur Tengah. []
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka
















Mina Indonesia
Mina Arabic