Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jembatan Ambruk, Beberapa Desa di Aceh Tengah Kembali Terisolir

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 3 April 2026 - 02:02 WIB

Jumat, 3 April 2026 - 02:02 WIB

30 Views ㅤ

Salah satu jembatan darurat di wilayah Ketol Kabupaten Aceh Tengah kembali rusak akibat banjir bandang, di Aceh Tengah, Rabu (1/4/2026). (Foto. BPBA)

Banda Aceh, MINA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah melaporkan sebanyak sepuluh desa di dua kecamatan kembali terisolir akibat putusnya tiga jembatan darurat yang dihantam banjir bandang dan tanah longsor.

“Terputusnya tiga jembatan menyebabkan terisolirnya kembali beberapa kampung,” kata Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Kamis (2/4).

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Tengah sejak Selasa sore (31/3) memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah titik. Debit air sungai yang meningkat drastis menyebabkan jembatan darurat yang sebelumnya dibangun pascabencana kembali ambruk.

Tiga jembatan yang rusak tersebut masing-masing berada di Kala Ili, Kecamatan Linge, serta di Burlah dan Bergang, Kecamatan Ketol. Akibatnya, akses kendaraan di wilayah tersebut lumpuh total.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

Adapun desa yang terdampak di Kecamatan Linge meliputi Kampung Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kutenireje, dan Reje Payung. Sementara di Kecamatan Ketol mencakup Kampung Burlah, Kekuyang, Bintang Pepara, Bergang, dan Karang Ampar.

Selain mengisolasi warga, putusnya jembatan Kala Ili juga menghambat distribusi material pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) komunal di kawasan Jamat.

BPBD setempat saat ini terus mempercepat penanganan darurat dengan merencanakan pemasangan jembatan bailey di tiga titik tersebut sebelum pembangunan jembatan permanen dilakukan.

“BPBD sudah turun untuk meninjau dan merencanakan perbaikan. Kita berusaha agar penanganan darurat segera diselesaikan,” ujar Andalika.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Di samping itu, bencana tersebut juga menyebabkan tiga titik badan jalan provinsi di ruas Bintang–Simpang Kraft tertimbun longsor, sehingga akses kendaraan terganggu.

BPBD telah mengerahkan satu unit alat berat berupa excavator untuk membersihkan material longsor, dengan harapan jalur tersebut dapat segera kembali fungsional.

“Diharapkan sore ini jalan sudah bisa dilalui kembali,” kata Andalika. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Rekomendasi untuk Anda