Berlin, MINA – Jerman pada Jumat (10/7) mengkritik perluasan pemukiman ilegal Israel yang terus berlanjut di Tepi Barat, tetapi tidak mendukung seruan dari mitra Uni Eropa untuk langkah-langkah yang lebih keras, termasuk larangan perdagangan barang dari pemukiman tersebut.
Menteri Luar Negeri Johann Wadephul mengatakan dalam konferensi pers di Berlin bahwa posisi Jerman yang telah lama dipegang mengenai pemukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki tetap tidak berubah, dan bahwa Jerman terus mengingatkan Israel tentang kewajibannya berdasarkan hukum internasional. Anadolu melaporkan.
“Semua pemerintah Jerman hingga saat ini, dan kami sendiri, secara konsisten telah mengeluarkan pernyataan yang serupa,” kata Wadephul, menambahkan bahwa ia mengulangi harapan Jerman selama kunjungannya ke Israel pada Selasa, ketika ia membahas perkembangan terbaru dengan mitranya dari Israel.
“Secara khusus, segala bentuk kekerasan pemukim tidak dapat diterima. Kami mengharapkan pemerintah Israel untuk mengambil tindakan tegas terhadapnya,”ujarnya, menambahkan bahwa ia telah menerima jaminan mengenai masalah tersebut dari rekan sejawatnya dari Israel.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Wadephul tidak secara langsung mengatakan apakah Jerman akan mendukung usulan untuk melarang atau membatasi impor dari pemukiman Israel di Tepi Barat pada pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa hari Senin. Sebaliknya, ia menekankan perlunya menjaga saluran dialog tetap terbuka dengan Israel.
“Kami sebelumnya telah membuat keputusan untuk menjatuhkan sanksi kepada organisasi pemukim radikal yang cenderung melakukan kekerasan. Kami siap untuk meninjau kembali situasi tersebut kapan saja,” tegasnya.
Wadephul berpendapat bahwa prioritas utama saat ini adalah menciptakan kondisi untuk kemajuan di bidang-bidang mendesak lainnya.
Ia menegaskan kembali bahwa Israel tidak boleh memberlakukan pembatasan akses kemanusiaan ke Gaza dan harus mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke wilayah Palestina. Ia juga menyerukan percepatan upaya untuk membongkar struktur kekuasaan Hamas.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
“Saya percaya kita harus fokus pada pertanyaan-pertanyaan ini sekarang. Dan itu juga akan menjadi kontribusi utama saya pada pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa pada hari Senin,”tuturnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic