Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jurnalis Gaza Gugur Beberapa Jam Setelah Sambut Kelahiran Putrinya

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:16 WIB

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:16 WIB

27 Views ㅤ

Jurnalis Palestina Yahya Sobeih (foto: Safa)

Gaza, MINA – Duka mendalam menyelimuti keluarga palestina/">jurnalis Palestina Yahya Sobeih setelah ia gugur pada Jumat (8/5) akibat serangan Israel di Gaza, hanya beberapa jam setelah menyambut kelahiran putri ketiganya.

Kisah tragis itu kembali menggambarkan beratnya kehidupan warga Gaza, termasuk para jurnalis yang terus bekerja di tengah perang berkepanjangan. Safa News Agency melaporkan.

Yahya sempat menghabiskan waktu bersama istri dan bayi perempuannya yang diberi nama Sana. Ia bahkan mengumandangkan azan di telinga sang bayi dan membagikan kebahagiaan keluarga tersebut kepada kerabatnya. Namun, sekitar lima jam kemudian, Yahya tewas dalam serangan udara Israel saat berada di Gaza City.

Kematian Yahya menambah panjang daftar palestina/">jurnalis Palestina yang gugur selama perang di Gaza. Berbagai organisasi kebebasan pers internasional sebelumnya telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran terhadap tingginya jumlah korban dari kalangan pekerja media dalam konflik tersebut.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Sejumlah lembaga pemantau menyebut perang Gaza menjadi salah satu konflik paling mematikan bagi jurnalis dalam sejarah modern.

Di tengah situasi itu, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Organisasi Doctors Without Borders (MSF) baru-baru ini memperingatkan meningkatnya kasus malnutrisi pada anak-anak dan perempuan hamil akibat pembatasan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Krisis pangan, kehancuran fasilitas kesehatan, dan serangan yang terus berlangsung membuat warga Gaza hidup dalam situasi yang semakin sulit.

Yahya dikenal sebagai salah satu jurnalis lokal yang aktif mendokumentasikan kehidupan warga Gaza selama perang. Rekan-rekannya menyebut ia sering berada dekat dengan masyarakat dan berusaha menampilkan sisi kemanusiaan warga Palestina di tengah kehancuran akibat agresi.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Kehadirannya menjadi bagian penting dari upaya menyampaikan kondisi Gaza kepada dunia internasional saat akses jurnalis asing ke wilayah itu sangat terbatas.

Kisah Yahya Sobeih mencerminkan realitas pahit yang dihadapi rakyat Palestina, ketika momen kebahagiaan keluarga dapat berubah menjadi duka dalam hitungan jam akibat perang.

Di sisi lain, kematian para jurnalis di Gaza terus memicu seruan internasional agar perlindungan terhadap pekerja media dan warga sipil ditegakkan sesuai hukum humaniter internasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda