London, MINA – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh sekaligus kepala pemerintahan Inggris setelah menghadapi tekanan politik yang terus meningkat dari internal partainya.
Ia akan tetap menjabat sementara hingga penggantinya terpilih dalam proses transisi kepemimpinan yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Al-Jazeera melaporkan, Senin (22/6).
Dalam pernyataannya di depan kediaman resmi Downing Street, Starmer mengakui bahwa sebagian besar anggota partainya tidak lagi melihat dirinya sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Partai Buruh menuju pemilu berikutnya.
Meski demikian, ia menyatakan menerima keputusan tersebut dan berkomitmen memastikan proses pergantian kepemimpinan berlangsung secara tertib dan stabil.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pengunduran diri Starmer terjadi kurang dari dua tahun setelah ia membawa Partai Buruh meraih kemenangan besar dalam pemilu 2024.
Namun, popularitas pemerintahannya menurun tajam akibat berbagai kontroversi kebijakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta kekalahan Partai Buruh dalam pemilihan lokal yang digelar pada Mei lalu.
Hasil pemilu lokal tersebut memicu gelombang kritik dan tuntutan agar Starmer mundur dari jabatannya.
Sejumlah nama mulai disebut sebagai calon kuat pengganti Starmer. Di antara yang paling menonjol adalah Andy Burnham, tokoh senior Partai Buruh dan mantan Wali Kota Greater Manchester. Burnham telah menyatakan kesiapannya maju dalam kontestasi kepemimpinan dan menjanjikan agenda pembaruan, []
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic