Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Jumat: Hijrah Menuju Persatuan Umat

Redaksi Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIB

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIB

232 Views ㅤ

Shalat Jumat di sebuah masjid di Eropa (Foto : AA)

Oleh Imaam Yakhsyallah Mansur

Khutbah Jumat para kesempatan kali ini berjudul: Hijrah Menuju Persatuan Umat.

Hijrah bukanlah sebuah pelarian. Hijrah juga bukan sekadar eksodus dari suatu wilayah ke wilayah lain. Akan tetapi, hijrah adalah pergerakan yang sistematis, terencana dan program yang dipersiapkan secara matang untuk menjalankan perintah Allah Ta’ala.

Hijrah menjadi grand desain, merancang karya dan membangun budaya dengan tujuan mulia yakni kemajuan peradaban manusia dengan naungan syariat dari Rabb Yang Mahamulia.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Merajut Ishlah Mewujudkan Ukhuwah Islamiyah

Hijrah memiliki visi yang jelas, yakni membangun peradaban berdasarkan nilai-nilai dan prinsip keadilan, berlandaskan kebenaran yang telah digariskan oleh Allah Yang Maharahman.

Khutbah selengkapnya, silakan simak berikut:

بســــــــــــــــــم الله الرحمن الرحيم

Khutbah pertama:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Menolong Agama Allah

إنَّ الـحَمْدَ لِلّٰهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه، اللّٰهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الْقِيَامَة، مَاشَاءَ اللَّهُ كَانَ، وَمَالَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّٰهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أيُّهَا الإِخْوَة أوْصُيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ : أَعُوذُ بِاللَّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَقَالَ الَنَّبِيُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللّٰهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Rabb Yang Maha Mengatur perjalanan zaman, Yang menciptakan siang dan malam, serta menjadikan hijrah sebagai penanda lahirnya peradaban Islam.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, sang pembawa risalah kebenaran, yang berhijrah demi menyelamatkan aqidah, menegakkan kalimat tauhid, membangun masyarakat, mempersatukan umat dalam ikatan Al-Jama’ah.

Sebagai wujud syukur atas nikmat hidayah iman dan Islam ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada-Nya dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Rizki Terbaik Berkah di Dunia, Bekal di Akhirat

 

Maasyiral Muslimin, hafidzakumullah

Pada kesempatan khutbah Jumat ini, marilah kita merenungkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 218, yang berbunyi:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللّٰهِ أُو۟لَٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللّٰهِ ۚ وَٱللّٰهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (البقرة [٢]: ٢١٨)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Menjaga Komitmen Baiat dan Perjanjian

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Imam As-Sa’di Rahimahullah menjelaskan ayat di atas, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tiga sifat yang menjadi tanda kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba, yaitu iman, hijrah, dan jihad.

Tiga perkara ini bukan hanya untuk generasi terdahulu, tetapi juga menjadi bekal utama bagi kaum Muslimin dalam menghadapi berbagai tantangan untuk hari ini dan masa mendatang.

Iman merupakan fondasi seluruh amal. Ia menjadi pembeda antara seorang mukmin dan kafir, serta menjadi ukuran diterima atau tidaknya seluruh amal ibadah di sisi Allah Ta’ala.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina

Keimanan menjadi benteng yang menjaga seorang Muslim agar tetap teguh di atas jalan Allah Ta’ala. Orang yang beriman akan tetap memiliki harapan, ketenangan, dan keteguhan meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan ujian kehidupan.

Hijrah adalah meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju ketaatan, meninggalkan keburukan menuju kebaikan, meninggalkan kesengsaraan menuju kebahagiaan sejati.

Jihad adalah mengerahkan seluruh kemampuan untuk menunaikan perintah Allah Ta’ala, menegakkan kebenaran, membela orang-orang tertindas dan teraniaya dengan cara-cara yang dibenarkan syariat.

Jihad adalah puncak dari segala amal, dan pahala bagi orang-orang yang menunaikannya adalah surga yang paling utama, yakni surga Firdaus.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan

Maasyiral Muslimin, hafidzakumullah

Ketika sampai di Madinah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membangun persatuan umat. Beliau memsaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, mendamaikan Suku Aus dan Khazraj, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.

Persatuan yang dibangun tidak didasarkan pada kesukuan, warna kulit, atau kedudukan sosial. Beliau membangun masyarakat di atas dasar aqidah, keimanan, dan tujuan bersama, yaitu mengabdi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dengan persatuan dan persaudaraan itu, yang kuat membantu yang lemah, yang kaya menolong yang kekurangan, dan yang berilmu membimbing yang belum memahami agama. Dengan semangat ukhuwah tersebut, tumbuh masyarakat yang saling mendukung dan bekerja sama dalam kebaikan.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian  

Persatuan dan persaudaraan itulah yang menjadi prinsip dan pondasi dalam kehidupan masyarakat Madinah. Dengan persatuan, mereka menegakkan keadilan, membangun peradaban dan menjadikan wilayah Yatsrib (yang artinya: rusak, tercela dan kotor) menjadi Madinatul Munawarah (artinya kota yang masyarakatnya disinari cahaya hidayah).

Persatuan dan persaudaraan yang ditanamkan Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam kepada masyarakat Madinah bukan sekadar slogan kosong yang hanya diperbincangkan, melainkan kebenaran yang sungguh-sungguh dipraktikkan, terbukti nyata dalam realitas kehidupan dalam wujud masyarakat berjamaah.

Upaya Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam membangun masyarakat Al-Jama’ah di Madinah berhasil membuat negeri itu menjadi role model masyarakat modern, contoh negeri yang berkemajuan, memiliki visi misi yang jelas dan konkret dalam membangun peradaban umat manusia.

Maasyiral Muslimin, hafidzakumullah

Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa

Persaudaraan dan persatuan sangat ditekankan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi Wasalam setelah beliau menyampaikan lima perintah Allah Ta’ala yang disampaikan melalui Nabi Yahya Alaihi Salam kepada Bani Israel, yaitu: 1) jangan menyekutukan Allah, 2) dirikanlah shalat, 3) tunaikanlah puasa, 4) bersedekahlah, dan 5) banyaklah berdzikir, kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi Wasalam bersabda:

وَأَنَا أَمُرُكْم بِخَمْسٍ أَللّٰهُ أَمَرَنِى بِهِنَّ : بِاْلجَمَاعَةِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَالْهِجْرَةِ وَاْلجِهَادِ فِى سَبِيْلِ اللهِ (رواه احمد والترمذي)

“Dan Aku perintahkan kepada kamu sekalian (Muslimin) lima perkara; sebagaimana Allah telah memerintahkanku dengan lima perkara yaitu; berjama’ah, mendengar, thaat, hijrah dan jihad fi sabilillah.” (HR Ahmad)

Hadits di atas menegaskan bahwa perintah berjamaah setara kedudukannya dengan perintah hijrah. Hal itu bisa dipahami bahwa hijrah sebagai rangkaian dari syariat berjama’ah karena keduanya saling berkait, beriring dan berkelindan. Satu dengan lainnya tidak bisa dipisahkan.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan

Hijrah dalam konteks saat ini bisa dimaknai dengan berpindah dari kekufuran menuju keimanan, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari pesimisme menuju optimisme, dari keburukan menuju kebaikan, itu semua akan bisa dilakukan dengan berpindah dari hidup yang bermusuh-musuhan menjadi hidup berjamaah, dalam bingkai persatuan dan persaudaraan.

Maasyiral Muslimin, hafidzakumullah Ta’ala

Hijrah bukanlah sebuah pelarian. Hijrah juga bukan sekadar eksodus dari suatu wilayah ke wilayah lain. Akan tetapi, hijrah adalah pergerakan yang sistematis, terencana dan program yang dipersiapkan secara matang untuk menjalankan perintah Allah Ta’ala.

Hijrah menjadi grand desain, merancang karya dan membangun budaya dengan tujuan mulia yakni kemajuan peradaban manusia dengan naungan syariat dari Rabb Yang Mahamulia.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa

Hijrah memiliki visi yang jelas, yakni membangun peradaban berdasarkan nilai-nilai dan prinsip keadilan, berlandaskan kebenaran yang telah digariskan oleh Allah Yang Maharahman.

Kemajuan peradaban manusia adalah yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya, menghubungkan penduduk bumi dengan pemilik langit dan alam semesta. Sementara kehidupan dunia hanyalah sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang selama-lamanya.

Peradaban Islam menyelaraskan unsur-unsur individu dan masyarakat, spiritual dengan material, menyeimbangkan antara akal dengan hati, menyatukan ilmu pengetahuan dengan keimanan, meningkatkan nilai-nilai moralitas dan akhlak mulia seiring dengan peningkatan materi dan kemajuan fisik yang diusahakan.

Peradaban seperti itulah yang dikagumi tokoh Katolik Barat, bernama Raymound Leruge. Dalam bukunya, La Vie De Mahomet, ia menulis: “Muhammad adalah pionir perubahan sosial. Ia meletakkan dasar-dasar kehidupan masyarakat yang disebarkan ke seluruh dunia, menjalankan hukum keadilan berlandaskan kasih sayang. Ia mengajarkan persamaan derajat di antara seluruh umat manusia serta kewajiban untuk saling menolong dalam semangat persaudaraan umat sedunia.”

Dengan semangat hijrah ini, semoga kita semua mampu menguatkan iman, mempererat persaudaraan dan menjadikan umat ini sebagai umat yang bersatu, berjamaah dan mendapatkan rida-Nya, Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَٰذَا وَأَسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ . اِنَّهٗ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيْمِ.

Khutbah ke-2 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ اَمَرَنَا بِلُزُوْمِ اْلجَمَاعَةِ، وَنَهَانَا عَنِ اْلاِخْتِلَافِ وَالتَفَرُّقَةِ، وَاْلصَّلَاةُ وَالسَّلآ مُ عَلٰى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَا بِهِ هُدَاةِ اْلاُمَّةِ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَآيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ، إِنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ، وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعاَلَى أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم  ،إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ احْيِى الْمُسْلِمِيْنَ وَاِمَامَهُمْ بِجَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَيْ حِزْبِ اللّٰهِ حَيَاةً كَامِلَةً طَيِّبَةً وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ وَفَاحِشٍ وَمُنْكَرٍ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ . اللّٰهُمَّ انْصُرْ اِخْوَانَنَآ المُجَا هِدِيْنَ فِى فِلِسْطِيْنِ وَفِى كُلِّ مَكَانٍ .اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ آْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَاهَذَا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً، يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ- وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda