Haifa, MINA – Kompleks kilang minyak terbesar milik entitas Zionis di Teluk Haifa lumpuh total setelah serangkaian ledakan dahsyat akibat hantaman rudal presisi Iran mengguncang wilayah tersebut pada Selasa dini hari.
Serangan ini menyasar jantung infrastruktur energi vital penjajah, memicu kebakaran hebat dengan kepulan asap hitam yang menyelimuti langit wilayah utara Palestina yang diduduki hingga radius puluhan kilometer. Yedioth Ahronoth melaporkan, Selasa (24/3).
Lumpuhnya operasional kilang Bazan Group ini menjadi pukulan telak bagi ketahanan militer Israel, mengingat fasilitas tersebut merupakan pemasok utama bahan bakar jet tempur dan kendaraan tempur Zionis.
Rekaman amatir yang beredar luas di media sosial menunjukkan kegagalan sistem pertahanan udara Iron Dome dalam membendung proyektil, yang berujung pada hancurnya tangki-tangki penyimpanan strategis dan pemutusan pasokan energi ke kawasan industri utama.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Tiga Warga Gaza Syahid Akibat Serangan Israel
Kepanikan massal segera melanda pemukim ilegal di sekitar kawasan industri Haifa seiring dikeluarkannya perintah evakuasi akibat ancaman kebocoran gas kimia berbahaya.
Meski sensor militer Zionis berupaya keras menutupi skala kerusakan dan jumlah korban, laporan media lokal Ibrani mengonfirmasi bahwa seluruh aktivitas produksi dihentikan tanpa batas waktu yang ditentukan guna mencegah ledakan susulan yang lebih fatal.
Serangan balasan Teheran ini merupakan respons langsung atas rangkaian agresi militer Zionis terhadap kedaulatan Iran dan faksi-faksi perlawanan di kawasan.
Teheran menegaskan bahwa target operasi ini sengaja dipilih untuk melumpuhkan tulang punggung ekonomi penjajah. Keberhasilan serangan ini disambut luas oleh para pejuang perlawanan di Lebanon dan Yaman sebagai bukti nyata rapuhnya pertahanan entitas ilegal tersebut di hadapan teknologi rudal modern.
Baca Juga: Hamas Kecam Ben Gvir Pimpin Pembongkaran Bangunan Palestina di Al-Quds
Secara ekonomi, kehancuran kilang Haifa diprediksi akan memicu krisis energi domestik yang parah dan memaksa Israel bergantung sepenuhnya pada impor bahan bakar jadi yang mahal.
Situasi ini semakin memperumit posisi ekonomi Tel Aviv yang sudah terpuruk akibat biaya perang yang membengkak di Gaza dan blokade maritim yang kerap dilakukan oleh faksi-faksi perlawanan di jalur pelayaran internasional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lakukan 26 Serbuan ke Al-Aqsa Sepanjang September
















Mina Indonesia
Mina Arabic