Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kongres AS Desak Aliansi Militer Lebih Erat dengan Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 3 Juni 2026 - 21:21 WIB

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:21 WIB

32 Views ㅤ

Kongres Amerika Serikat (foto: X)

Washington, MINA – Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat mendorong penguatan integrasi militer yang lebih erat antara Washington dan Israel di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat koordinasi pertahanan kedua negara dalam menghadapi berbagai ancaman regional yang terus berkembang. Al-Jazeera melaporkan.

Dorongan tersebut muncul baru-baru ini melalui pembahasan sejumlah rancangan kebijakan yang menekankan perlunya peningkatan interoperabilitas militer, pertukaran teknologi pertahanan, serta koordinasi yang lebih intensif antara angkatan bersenjata AS dan Israel.

Para pendukung kebijakan itu berpendapat bahwa hubungan strategis kedua negara perlu ditingkatkan untuk menjaga stabilitas kawasan dan melindungi kepentingan keamanan bersama.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Usulan tersebut juga mencakup peningkatan kerja sama dalam sistem pertahanan rudal, berbagi intelijen, hingga pengembangan teknologi militer canggih.

Israel selama ini menjadi salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah dan menerima dukungan militer serta bantuan keamanan dalam jumlah besar setiap tahunnya.

Di sisi lain, langkah Kongres AS itu menuai kritik dari sejumlah kalangan yang menilai integrasi militer yang lebih mendalam berpotensi memperbesar ketegangan regional.

Kritik tersebut muncul terutama di tengah berlanjutnya konflik di Jalur Gaza, ketegangan Israel-Lebanon, serta meningkatnya rivalitas antara Israel dan Iran yang menjadi perhatian komunitas internasional.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Sejumlah pengamat menilai penguatan kerja sama militer AS-Israel dapat memengaruhi keseimbangan geopolitik kawasan.

Selain memperkuat posisi pertahanan Israel, kebijakan tersebut juga diperkirakan akan berdampak terhadap dinamika hubungan Washington dengan negara-negara Arab dan aktor regional lainnya yang selama ini mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Sementara itu, berbagai organisasi kemanusiaan dan kelompok advokasi perdamaian terus menyerukan agar komunitas internasional memprioritaskan upaya penghentian konflik dan perlindungan warga sipil.

Mereka mengingatkan bahwa stabilitas Timur Tengah tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh keberhasilan diplomasi, penghormatan terhadap hukum internasional, dan terwujudnya solusi yang adil bagi rakyat Palestina. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Dunia Islam
Internasional