Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumatra Bertambah Jadi 1.071 Orang

Mujiburrahman Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 19 Desember 2025 - 22:27 WIB

Jumat, 19 Desember 2025 - 22:27 WIB

24 Views ㅤ

Petugas gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana dari timbunan lumpur di kawasan permukiman yang terdampak banjir dan longsor (foto : UAR)

Agam, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra kembali bertambah. Hingga Jumat (19/12), total korban meninggal dunia mencapai 1.071 jiwa, meningkat dari sebelumnya 1.068 jiwa yang tercatat pada Kamis (18/12).

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB pada Jumat (17/12) pukul 17.00 WIB.

Ia menjelaskan bahwa proses pendataan masih terus berlangsung seiring dengan upaya pencarian dan evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan di berbagai daerah terdampak.

Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat masih terdapat sekitar 185 orang yang dilaporkan belum ditemukan. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan terus berupaya melakukan pencarian meski dihadapkan pada kondisi medan yang sulit dan cuaca yang belum sepenuhnya membaik.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Abdul Muhari menambahkan, dampak bencana banjir dan longsor tersebut juga menyebabkan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi. Hingga laporan terakhir, jumlah pengungsi masih mencapai 526.868 jiwa yang tersebar di berbagai lokasi pengungsian di wilayah terdampak.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk terus meningkatkan koordinasi dalam penanganan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta percepatan penyaluran bantuan logistik. Masyarakat di wilayah rawan bencana juga diminta tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih berpeluang tinggi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Rekomendasi untuk Anda