Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korea Selatan Tetapkan Status Siaga Hadapi Gelombang Panas

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:51 WIB

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:51 WIB

30 Views ㅤ

Gelombang panas (foto: IG)

Seoul, MINA – Pemerintah Korea Selatan menetapkan status siaga untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan fenomena malam tropis yang melanda berbagai wilayah negara tersebut.

Langkah itu diambil setelah Badan Meteorologi Korea (KMA) memperingatkan suhu tinggi diperkirakan terus berlanjut dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas sehari-hari. Yonhap News Agency melaporkan, Sabtu (11/7).

Fenomena malam tropis terjadi ketika suhu udara pada malam hari tidak turun di bawah 25 derajat Celsius. Kondisi ini membuat tubuh sulit beristirahat secara optimal dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.

Sejumlah wilayah, termasuk Seoul dan kota-kota besar lainnya, diperkirakan akan mengalami kondisi tersebut selama beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Sebagai respons, Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan meningkatkan status kewaspadaan serta mengaktifkan langkah-langkah mitigasi.

Pemerintah daerah diminta membuka tempat penampungan berpendingin udara, memperkuat layanan kesehatan darurat, serta mengintensifkan pemantauan terhadap masyarakat yang berisiko terdampak cuaca panas ekstrem.

Badan Meteorologi Korea juga menerapkan sistem peringatan cuaca baru yang mulai berlaku tahun ini. Selain peringatan gelombang panas, sistem tersebut mencakup kategori “darurat panas ekstrem” dan peringatan malam tropis agar masyarakat memperoleh informasi lebih cepat ketika suhu diperkirakan mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan.

Kebijakan ini merupakan pembaruan terbesar dalam sistem peringatan cuaca Korea Selatan dalam hampir dua dekade terakhir.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Gelombang panas yang terjadi tahun ini dipengaruhi oleh dominasi sistem tekanan tinggi yang menyebabkan suhu terus meningkat di Semenanjung Korea.

Sejumlah penelitian dan prakiraan iklim menunjukkan musim panas 2026 di Asia Timur berpotensi lebih panas dari rata-rata, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, lonjakan kebutuhan listrik, dan gangguan terhadap sektor pertanian.

Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air, serta memanfaatkan ruangan berpendingin apabila memungkinkan.

Warga juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti pusing, mual, atau kehilangan kesadaran akibat paparan panas berlebihan.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Fenomena cuaca ekstrem yang melanda Korea Selatan menjadi bagian dari tren peningkatan suhu di berbagai belahan dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Organisasi meteorologi internasional berulang kali mengingatkan bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas, sehingga pemerintah di berbagai negara dituntut memperkuat sistem peringatan dini dan langkah adaptasi untuk melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda