Lebanon Akan Dapat Pasokan Gas dari Mesir

Beirut, MINA – Pemerintah Lebanon membantah laporan media tentang kesepakatan untuk membeli gas dari Israel untuk membangkit tenaga listrik dan menegaskan akan membeli gas dari Mesir sejalan dengan inisitiatif yang dilakukan Amerika Serikat.

Saluran 12 melaporkan Israel akan menyediakan gas ke Lebanon dari ladang Leviathan lepas pantai melalui Yordania berdasarkan perjanjian dengan Amerika Serikat.

Media tersebut mengatakan gas Israel akan ditransfer dari Yordania ke Suriah dan ke Lebanon, Anadolu Agency melaporkan, Senin (17/1).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Energi dan Air Lebanon menyebut laporan media Israel tersebut sebagai “sama sekali dan sama sekali tidak benar”.

“Perjanjian pasokan gas yang sedang dikerjakan antara pemerintah Lebanon dan pemerintah saudara Mesir secara jelas dan eksplisit menetapkan bahwa gas harus berasal dari Mesir,” kata kementerian itu.

Kementerian mengatakan kesepakatan untuk memasok gas Mesir ke Lebanon adalah bagian dari inisiatif yang dipimpin Amerika Serikat untuk membantu mengurangi kekurangan listrik kronis di negara itu.

“Elemen kedua dari inisiatif yang dipimpin AS memerlukan penyediaan jaringan listrik Lebanon dengan listrik yang diimpor dari Yordania, juga melalui Suriah,” tambahnya.

Lebanon mengalami kekurangan pasokan listrik yang parah karena tidak cukupnya bahan bakar yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik, di samping kenaikan tajam harga turunan karena jatuhnya lira dan kurangnya devisa yang dibutuhkan untuk impor.

Pada September 2021, Menteri Energi dan Minyak Yordania, Mesir, Suriah, dan Lebanon menyepakati peta jalan untuk memasok Beirut dengan gas Mesir untuk menyelesaikan krisis energi negara itu.

Yordania dan Suriah terhubung dengan listrik melalui saluran transmisi 400 kV sejak tahun 2001, tetapi telah berhenti beroperasi sejak 2012 karena alasan teknis.

Sedangkan Suriah memiliki jalur interkoneksi dengan Lebanon melalui jalur transmisi 400 kV, 230 kV, dan 66 kV. (T/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)