Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari 6.000 Amputasi Tercatat di Jalur Gaza

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 29 Agustus 2026 - 04:33 WIB

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 04:33 WIB

12 Views

Muhammad Al-Khalidi mempersiapkan kaki pasien yang diamputasi untuk kaki palsu di Gaza, 18 Maret 2021 [Mohammed Asad / Middle East Monitor]

Gaza, MINA – Lebih dari 6.000 kasus amputasi tercatat di Jalur Gaza sejak dimulainya perang. Sementara kelangkaan pasokan dan peralatan medis menghambat upaya penyediaan anggota gerak palsu (prostetik) dan layanan rehabilitasi. Demikian laporan Kementerian Kesehatan Gaza, yang dikutip Jumat (28/8).

Husni Muhanna, petugas media dan hubungan masyarakat di Pusat Prostetik dan Paralysis Gaza mengatakan anak-anak mencakup sekitar 25 persen dari orang-orang yang menerima layanan di fasilitas tersebut.

Ia mengatakan perawatan anak-anak dengan amputasi menghadirkan tantangan tersendiri karena mereka memerlukan rehabilitasi khusus dan anggota gerak palsu yang harus berulang kali disesuaikan seiring pertumbuhan mereka.

Muhanna mengatakan pembatasan masuknya pasokan medis dan teknis secara signifikan telah membatasi kemampuan pusat untuk merespons meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan prostetik.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Pusat tersebut mengalami kekurangan peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi anggota gerak palsu, termasuk plester yang digunakan selama tahap penting dalam proses produksi.

Data terpisah dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa 2.277 orang dengan amputasi di Gaza dinilai antara September 2024 dan Mei 2026. Menurut data WHO, 18 persen adalah anak-anak, sementara 76 persen dari amputasi yang tercatat melibatkan anggota gerak bawah.

Angka Kementerian Kesehatan yang mencapai lebih dari 6.000 amputasi mencakup populasi yang lebih luas daripada yang dinilai dalam data WHO dan karenanya tidak bertentangan secara langsung dengan angka badan PBB tersebut.

Perang telah meninggalkan sejumlah besar warga Palestina dengan cedera serius dan kecacatan permanen, sementara kerusakan pada rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya telah sangat mengganggu layanan rehabilitasi dan prostetik. []

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda