Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahasiswa di AS Kembali Dirikan Perkemahan Tolak Genosida

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 5 Mei 2026 - 15:57 WIB

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:57 WIB

35 Views ㅤ

Demo mahasiswa di Amerika kecam genosida Gaza. (Lock LA)

DUA TAHUN sejak gerakan perkemahan solidaritas Palestina pertama kali bergema di kampus-kampus Barat, semangat mahasiswa tak kunjung padam. Mereka tetap berkomitmen penuh mengingatkan perguruan tinggi bahwa divestasi dari genosida masih menjadi tuntutan tegas yang tidak akan pernah surut.

Perkemahan mahasiswa yang mulai bermunculan pada semester musim semi 2024 lalu telah menjangkau lebih dari 200 kampus di seluruh dunia. Gerakan ini menerangi perubahan besar dalam aktivisme mahasiswa, dari sekadar wacana menjadi aksi nyata menuntut pembebasan Palestina.

Bahkan bertahun-tahun kemudian, menghadapi lembaga-lembaga Zionis dan investasi mereka di Israel tetap menjadi prioritas utama di kampus-kampus dunia.

Gerakan itu kini muncul lagi, Ketika akhir April 2026 lalu, mahasiswa di Occidental College, Los Angeles, California, Amerika Serikat meluncurkan kembali perkemahan mereka untuk mendukung pembebasan Palestina.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Mereka memperbarui seruan kepada Dewan Pengawas agar kampusnya segera melepaskan diri dari genosida. Peluncuran kembali perkemahan ini bertepatan dengan pertemuan setengah tahunan dewan pengawas yang digelar di kampus pada Senin, 27 April.

Di tengah lapangan kampus, area perkemahan dijuluki “Zona Pembebasan Rafah ke Jenin.” Para peserta mendesak mahasiswa lain untuk bergabung dalam solidaritas, menekan dewan pengawas agar akhirnya mendengarkan tuntutan divestasi yang telah lama disuarakan.

Seorang mahasiswa yang memilih anonim mengatakan kepada media setempat, Knock Los Angeles, “Kami di sini untuk terus menunjukkan bahwa ada komunitas kuat di kampus ini yang menuntut institusi kami melepaskan diri dari genosida.”

Kritik Industri Senjata

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Mahasiswa Occidental College sangat kritis terhadap investasi institusi mereka di Israel, industri penjara, dan kompleks industri militer. Tahun lalu, pada 21 April 2025, lebih dari 10 mahasiswa melancarkan mogok makan sebagai solidaritas dengan warga Palestina di Gaza yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi akibat blokade Israel.

Saat itu, Israel masih memblokir ratusan truk bantuan yang hendak masuk ke Gaza. Para mahasiswa menuntut Occidental untuk: melepaskan diri dari lima perusahaan produsen senjata, melarang agen ICE (Imigrasi dan Bea Cukai AS) di halaman universitas dan menetapkan area protes sebagai ruang aman di mana LAPD dan keamanan tidak dapat membebankan biaya kepada mahasiswa yang berdemo secara damai

Mahasiswa menuntut kekuatan pengambilan keputusan lembaga sehingga para mahasiswa dan komunitas Occidental College dapat memiliki institusi yang bebas dari investasi genosida, bebas dari investasi di pusat penahanan ICE, bebas dari investasi di perusahaan penjara swasta, bebas dari investasi dalam teknologi pengawasan, dan bebas dari investasi di Israel.

Mengapa Perkemahan Diluncurkan Kembali Sekarang?

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Ketika ditanya mengapa penting untuk meluncurkan kembali perkemahan Palestina saat ini, seorang mahasiswa menjawab, “Dewan Pengawas membuat semua keputusan tentang universitas kami, termasuk investasi dana abadi. Mereka justru melipatgandakan investasi di perusahaan genosida, pusat penahanan ICE, industri penjara swasta, dan kompleks industri militer.”

Mahasiswa itu menekankan pentingnya memberi pesan kepada dewan pengawas bahwa mahasiswa Barat tidak akan membiarkan investasi dengan Israel terus berlanjut. Jika dewan bersedia melakukan divestasi, maka mahasiswa dapat mengambil kembali kekuasaan dari universitas, menjadikannya universitas untuk rakyat.

Ia juga mengungkapkan pentingnya solidaritas tidak hanya dengan Palestina, tetapi juga dengan Lebanon dan Iran.

Serangan ke Sekolah Iran

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Pada 26 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat bergabung dalam serangan udara besar-besaran yang menargetkan sebuah sekolah dasar perempuan di kota Minab, Iran selatan. Sedikitnya 165 siswi tewas terbunuh dan lebih dari 180 orang lainnya luka-luka. Sejak perang dimulai, Israel dan AS telah membantai lebih dari 3.000 warga Iran.

Terkait ha itu, seorang mahasiswa mengatakan, “Ketika Iran terseret ke dalam eskalasi yang dimulai Israel, dengan mengebom sekolah-sekolah dan kota-kota di Iran, lalu Iran membalas dengan menaikkan harga minyak, saya pikir saat ini orang-orang mulai lebih terhubung. Mereka menyadari bahwa Israel adalah bagian dari tatanan global yang mengancam kehidupan kita semua.”

Kemenangan Moral Mahasiswa

Ketika Dewan Pengawas kampus memindahkan pertemuan mereka ke zoom, bukan di kampus seperti yang direncanakan. Menurut para mahasiswa yang berdemonstrasi di luar lokasi pertemuan langsung, perubahan ini terjadi hanya beberapa menit sebelum mereka seharusnya dapat berbicara dengan Dewan Pengawas.

Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel

Dewan Pengawas juga membatalkan keterlibatan tatap muka lainnya dengan mahasiswa hari itu. Akibatnya, tidak ada kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung.

Namun, apa yang tampak sebagai situasi frustrasi justru berubah menjadi kemenangan bagi mahasiswa Occidental. Empat hari setelah perkemahan kembali didirikan dan setelah Dewan Pengawas meninggalkan pertemuan mereka di kampus, para mahasiswa secara sukarela memilih untuk mundur.

Keputusan ini dibuat dengan itikad baik. Para mahasiswa merayakan kemenangan mereka, telah berhasil menghidupkan kembali percakapan komunal tentang Palestina dan divestasi. Peluncuran kembali perkemahan telah mencapai tujuannya, mengirim pesan yang kuat dan jelas kepada Dewan Pengawas. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Luksemburg Siapkan Aturan Larang Produk Permukiman Israel

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia