Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masjid di Philadelphia Timur Laut Dibakar, Polisi Selidiki Motif Kebencian

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 7 Juli 2026 - 16:31 WIB

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:31 WIB

16 Views ㅤ

Masjid di Philadelphia Timur Laut, Amerika Serikat. (CBS News)

Philadelphia, MINA – Sebuah masjid di Philadelphia Timur Laut, Amerika Serikat, rusak akibat serangan pembakaran pada Ahad pagi (5/7), mengguncang komunitas Muslim setempat.

Insiden terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari di Pusat Islam Philadelphia Timur Laut (Northeast Philadelphia Islamic Center) di lingkungan Castor Gardens.

Kru pemadam kebakaran merespons laporan kebakaran di blok 1400 Tyson Avenue dan berhasil memadamkan api yang menghanguskan teras depan gedung.

Masjid dalam kondisi kosong saat kejadian dan tidak ada korban jiwa. Philadelphia Inquirer melaporkan, Senin (6/7).

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Petugas pemadam kebakaran segera menyimpulkan bahwa api sengaja dinyalakan. Penyelidikan kini berlangsung bersama departemen kepolisian, namun hingga Senin sore belum ada tersangka yang diidentifikasi.

Selidiki Motif Kebencian

Para pemimpin Muslim setempat mendesak penegak hukum untuk menyelidiki apakah pelaku termotivasi oleh prasangka agama atau kebencian.

Masukul Islam Khan, presiden masjid, menyatakan, “Masjid kami lebih dari sekadar tempat ibadah. Ini adalah pusat komunitas yang ramah yang telah melayani keluarga, tetangga, dan orang-orang dari semua latar belakang selama bertahun-tahun.”

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

“Setiap tindakan kekerasan atau kebencian yang ditujukan pada rumah ibadah adalah serangan terhadap nilai-nilai keamanan, kebebasan beragama, dan persatuan yang sangat dijunjung oleh kota kita,” tambahnya.

Kantor lokal Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) menawarkan hadiah $2.500 (Rp44,9 juta) bagi informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman pelaku.

CAIR juga merilis rekaman video yang diambil setelah kebakaran, menunjukkan teras masjid yang rusak, tertutup abu dan jelaga. Selain itu, organisasi tersebut merilis rekaman pengawasan yang menunjukkan seorang pria bertopi hoodie hitam mendekati masjid sebelum buru-buru pergi.

Ahmet Tekelioglu, Direktur Eksekutif CAIR Philadelphia, menyatakan, “Serangan terhadap rumah ibadah adalah serangan terhadap janji konstitusional kebebasan beragama yang menjadi hak setiap warga Amerika. Sungguh menyedihkan bahwa serangan ini terjadi tepat ketika bangsa memperingati 250 tahun berdirinya negara ini.”

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Masjid yang Terus Bertumbuh

Pusat Islam Philadelphia Timur Laut didirikan pada tahun 2004 dan telah berkembang dari tempat ibadah kecil menjadi komunitas yang ramai dengan ratusan jamaah hadir dalam shalat Jumat.

Serangan pembakaran ini terjadi di tengah upaya pengurus masjid yang tengah berencana membangun fasilitas baru senilai $2,8 juta (Rp50,3 miliar) di lahan bersebelahan untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah anggota.

Pada tahun 2025, kantor pusat CAIR merilis laporan yang mendokumentasikan lebih dari 8.600 keluhan bias anti-Muslim sepanjang tahun tersebut. Sebuah angka tertinggi sejak organisasi mulai mencatat data tersebut pada tahun 1996. []

Baca Juga: Arab Saudi akan Regularkan Status Tinggal Warga Negara Ilegal Yaman

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Pemukim Israel Bakar Masjid di Tepi Barat Utara (foto: Anadolu Agency)
Palestina
Amerika
Dunia Islam