Teheran, MINA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian akhirnya angkat bicara terkait rumor pengunduran dirinya yang ramai beredar dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Iran menegaskan kabar tersebut tidak benar dan menyatakan Pezeshkian tetap menjalankan tugasnya sebagai kepala negara di tengah situasi regional yang masih bergejolak.
Spekulasi mengenai pengunduran diri Pezeshkian mencuat setelah sejumlah media asing melaporkan adanya surat yang disebut-sebut dikirim kepada otoritas tertinggi Iran.
Laporan itu mengaitkan isu tersebut dengan dugaan ketegangan internal mengenai proses pengambilan keputusan strategis di negara itu. Namun hingga kini tidak ada konfirmasi resmi yang mendukung klaim tersebut. Press TV melaporkan, Senin (1/6).
Menanggapi rumor yang berkembang, pejabat di Kantor Kepresidenan Iran menegaskan bahwa Presiden Pezeshkian tetap fokus menjalankan pemerintahan dan melayani rakyat Iran.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Pemerintah menyebut isu pengunduran diri sebagai informasi yang tidak berdasar dan menilai penyebarannya berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Pezeshkian saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari tekanan ekonomi akibat sanksi internasional hingga meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, Teheran juga masih terlibat dalam berbagai pembahasan diplomatik terkait hubungan dengan Amerika Serikat dan isu program nuklir Iran yang terus menjadi perhatian dunia.
Kemunculan rumor tersebut tidak terlepas dari situasi politik Iran yang sedang berada dalam sorotan internasional. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai laporan mengenai dinamika hubungan antara institusi sipil dan lembaga keamanan Iran kerap menjadi bahan spekulasi di media asing.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Pemerintah Iran menegaskan bahwa administrasi yang dipimpinnya tetap bekerja seperti biasa dan berkomitmen melanjutkan agenda pemerintahan, termasuk menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan politik dan keamanan yang terus berkembang.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic