Tel Aviv, MINA – Pihak berwenang Israel meyakini bahwa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sedang mempersiapkan surat perintah penangkapan yang menargetkan tokoh-tokoh politik dan militer senior Israel atas kejahatan perang, demikian dilaporkan media Israel pada Selasa (19/5).
Menanggapi laporan itu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich segera mengancam akan melakukan pengusiran paksa terhadap komunitas Badui Palestina di Tepi Barat yang diduduki, demikian diungkapkan The Jerusalem Post.
Hal itu terjadi setelah Maariv melaporkan pada Selasa bahwa penilaian Israel menunjukkan ICC dapat meminta surat perintah penangkapan terhadap pejabat senior Israel, termasuk Smotrich, Menteri Perang Israel Katz, dan Menteri Kepolisian Itamar Ben-Gvir.
Menurut laporan tersebut, pengadilan juga diyakini sedang mempertimbangkan tindakan terhadap komandan militer senior Israel, termasuk Kepala Staf Eyal Zamir dan kemungkinan kepala Komando Selatan Yaniv Asor.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Klaim tersebut menyusul laporan sebelumnya oleh Haaretz yang menuduh bahwa jaksa ICC diam-diam sedang mengupayakan surat perintah penangkapan terhadap pejabat Israel lainnya. ICC kemudian membantah telah mengeluarkan surat perintah baru dan mengatakan bahwa laporan yang menyatakan sebaliknya tidak akurat.
Sebelumnya, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan pada 2024 terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Perang Yoav Gallant, setelah pengadilan menyatakan ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa mereka bertanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terkait dengan genosida Gaza.
Langkah itu menandai peningkatan tekanan hukum internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kepemimpinan Israel terkait perang di Gaza dan kebijakan yang dilakukan di wilayah Palestina yang diduduki. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic