Menlu AS Berbicara dengan Menlu Rusia, Pertama dalam Enam Bulan Terakhir

Foto: Screenshot of Kompas.id

Washington, MINA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan, dia telah berbicara dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov untuk pertama kalinya dalam hampir enam bulan.

Hal tersebut, kata Bliken, dilakukan untuk menekan Moskow agar menerima proposal AS dalam rangka pembebasan dua warga AS yang ditahan di Rusia, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (30/7).

Namun, Blinken menolak untuk menguraikan tanggapan Lavrov terhadap “proposal penting” yang diajukan AS beberapa pekan lalu. Ia hanya mengatakan,“hal penting” bahwa Lavrov mendengar langsung darinya tentang masalah tersebut.

“Saya mendesak Menteri Luar Negeri Lavrov untuk bergerak maju dengan proposal itu,” kata Blinken, menggambarkan percakapan itu dilakukan secara “terus terang dan langsung.”

AS tengah mengupayakan pembebasan Brittney Griner dan Paul Whelan, dua warga AS yang masih berada dalam tahanan Rusia.

Griner (31) adalah pemain bola basket yang ditangkap pada Februari setelah pihak berwenang Rusia mengatakan mereka menemukan minyak ganja di tangannya.

Dia mengaku bersalah pada awal Juli atas tuduhan narkoba tetapi beralasan menggunakan ganja untuk mengobati rasa sakit dan menyangkal bermaksud melanggar hukum Rusia.

Sedangkan Whelan telah ditahan di Rusia sejak 2018 atas tuduhan spionase.

AS belum memberikan rincian tentang proposalnya tetapi CNN melaporkan, pemerintahan Biden menawarkan untuk menukar pelaku perdagangan senjata Rusia yang dihukum, Viktor Bout, dengan dua orang Amerika itu.

Bout saat ini menjalani hukuman penjara 25 tahun dan Departemen Kehakiman telah menyuarakan penentangan terhadap potensi pertukaran tersebut, menurut CNN.

Selain tawaran AS, Blinken mengatakan dia menjelaskan ke Rusia, kemungkinan pencaplokan wilayah tambahan Ukraina tidak akan pernah diterima.

“Dunia tidak akan mengakui pencaplokan. Kami akan mengenakan konsekuensi tambahan yang signifikan bagi Rusia jika melanjutkan rencananya itu,” tegas dia.

“Kami juga akan terus mendukung Ukraina, mendukung kemampuannya untuk mempertahankan diri, dan membebankan biaya pada Rusia sampai agresinya berakhir,” tukas Blinken. (T/RE1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)