Teheran, MINA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meyakini bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan masuk penjara jika konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah berakhir.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dengan menyinggung proses hukum yang sedang dihadapi Netanyahu, sekaligus mengaitkannya dengan dinamika perang yang masih berlangsung.
Ia mengisyaratkan bahwa berakhirnya konflik dapat membuka jalan bagi proses hukum terhadap pemimpin Israel tersebut berjalan lebih cepat dan tanpa hambatan politik. Press TV melaporkan, Jumat (10/4).
Dalam pernyataannya, Araghchi juga menuding bahwa kebijakan agresif Israel di kawasan, termasuk serangan ke Lebanon, berpotensi merusak upaya diplomasi internasional yang tengah diupayakan untuk mencapai gencatan senjata yang lebih luas.
Baca Juga: Akademisi Iran yang Dipenjara di Prancis Atas Sikap Anti-Genosida Kini Bebas
Ia bahkan memperingatkan Amerika Serikat agar tidak membiarkan situasi tersebut semakin memburuk.
Menlu Iran menilai bahwa keberlanjutan konflik justru dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik domestik. Ia menyiratkan bahwa eskalasi militer yang terus terjadi dapat menghambat proses akuntabilitas hukum terhadap para pemimpin yang tengah menghadapi tuduhan serius.
Pernyataan Iran tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan politik terhadap Israel di tengah sorotan internasional atas konflik yang berkepanjangan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Alami Kerugian Rp4.625 Triliun Akibat Agresi AS-Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic