Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Migran Tewas Saat Coba Masuk Ceuta dengan Paralayang dari Maroko

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:14 WIB

19 Views ㅤ

Ilustrasi: Dua tentara Spanyol memeluk dan menenangkan seorang anak Maroko yang tiba di pantai Ceuta. (Foto: @AmiDar/X)

Ceuta, MINA – Seorang migran muda asal Afrika Sub-Sahara dilaporkan tewas setelah terjatuh ke laut saat berupaya memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta menggunakan paralayang dari Maroko, Jumat (7/8).

Menurut laporan Anadolu yang mengutip kantor berita Spanyol EFE, jasad migran tersebut ditemukan oleh petugas Garda Sipil (Civil Guard) di dekat perbatasan utara Ceuta.

Insiden terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat ketika petugas melihat seorang migran berusaha mencapai Ceuta dengan paralayang dari kawasan pegunungan Benzu yang berada di dekat perbatasan Maroko.

Berdasarkan penyelidikan awal, migran itu diduga hendak mendarat di area dekat perbatasan utara Ceuta.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Namun, ia kehilangan kendali atas paralayang yang dikendarainya hingga terjatuh ke laut.

Petugas Garda Sipil segera menuju lokasi dengan harapan korban masih dapat diselamatkan.

Namun, saat ditemukan, migran tersebut telah meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke fasilitas Dinas Maritim Garda Sipil untuk proses lebih lanjut.

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Laporan EFE menyebutkan, kejadian ini merupakan kematian pertama yang tercatat melibatkan migran yang mencoba memasuki Ceuta menggunakan paralayang.

Dalam beberapa waktu terakhir, otoritas Spanyol mencatat sejumlah upaya serupa yang dilakukan migran asal Afrika Sub-Sahara untuk memasuki Ceuta melalui jalur udara menggunakan paralayang, terutama sejak tahun lalu.

Sejumlah kecelakaan juga telah dilaporkan. Pihak berwenang menduga sebagian besar insiden terjadi karena para migran memiliki pengalaman yang sangat terbatas dalam mengoperasikan peralatan paralayang.

Ceuta dan Melilla merupakan dua wilayah Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko.

Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia

Kedua wilayah tersebut kerap menjadi tujuan para migran yang berusaha memasuki Eropa melalui berbagai jalur berisiko.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Internasional
Kolom
Palestina
Palestina
MINA Sport