Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Migrasi Jutaan Burung Ganggu Sistem Pertahanan Zionis Israel

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:55 WIB

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:55 WIB

50 Views ㅤ

Ilustrasi: Migrasi jutaan burung (CBSNews)

Tel Aviv, MINA – Middle East Eye dalam laporannya pada Jumat (13/3) mengungkap, jutaan burung yang bermigrasi dari belahan bumi lain melintasi wilayah pendudukan di Palestina turut mengancam sistem pertahanan Zionis Israel.

Fenomena tahunan yang semestinya menjadi keajaiban alam ini justru kini menjadi mimpi buruk bagi militer pendudukan di tengah perang yang mereka lancarkan.

Di tengah hiruk-pikuk perang yang dilancarkan Zionis Israel terhadap Iran, Lebanon, dan genosida yang masih berlangsung di Gaza, musuh baru muncul dari arah yang tidak terduga, yaitu langit yang dipenuhi jutaan burung migran.

Jutaan burung jenis pelikan dan bangau yang tengah bermigrasi dari Eropa dan Asia menuju Afrika melintasi kawasan Palestina ternyata menimbulkan persoalan pelik bagi sistem pertahanan dan militer Israel.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Wilayah Palestina yang lebih dari 85 persennya berada dalam pendudukan kolonialisasi zionis, selama ini menjadi rute migrasi jutaan burung dari berbagai belahan benua. Namun di masa perang, rute alami ini berubah menjadi zona kacau balau.

Persoalan utama terletak pada keterbatasan teknologi radar. Seperti dikatakan pakar Ornitologi terkemuka di Israel, Prof. Yossi Leshem, yang telah mempelajari migrasi burung selama lebih dari 50 tahun, menjelaskan bahwa radar mendeteksi objek berdasarkan pantulan gelombang elektromagnetik. Semakin besar objeknya, semakin kuat pantulannya .

“Burung-burung besar seperti elang, pelikan, bangau, atau burung jenjang memiliki risiko lebih besar dan menimbulkan bahaya paling signifikan bagi pesawat-pesawat Angkatan Udara,” jelas Prof. Leshem.

Dalam pengintaian radar, burung-burung yang terbang di udara sering terdeteksi sebagai objek berbahaya, bahkan hingga jarak 80-90 kilometer .

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Masalahnya, sejak perang meluas dan UAV (drone) dari Lebanon mulai bermunculan, kemampuan radar untuk membedakan burung dari pesawat musuh menjadi semakin rumit.

“Selama musim gugur, migrasi datang dari Eropa, Turki, Lebanon, dan turun melalui Israel, rute yang persis sama dengan yang digunakan oleh rudal dan drone,” kata Leshem. “Mereka datang dari arah, ketinggian, dan azimuth yang sama”.

“Angkatan Darat Israel khawatir pada tabrakan berkecepatan tinggi dengan burung-burung besar seperti bangau dan pelikan di udara yang menyebabkan kerusakan signifikan pada peralatan militer, dan tidak jarang menyebabkan kematian pilot jet tempur,” demikian laporan MEE. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
flu burung
Eropa
Asia
Asia