DALAM perjalanan kehidupan rumah tangga, harta, jabatan, dan kemewahan dunia bukanlah ukuran kebahagiaan sejati. Perhiasan yang paling indah bukanlah emas yang berkilau, bukan pula rumah megah yang menjulang tinggi. Tetapi istri shalihah yang menjadi penyejuk hati, penguat langkah, dan pendamping menuju ridha Allah. Itulah perhiasan terbaik.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita (istri) yang shalihah.” (HR. Muslim).
Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global
Hadits ini menggambarkan bahwa kenikmatan terbesar bagi seorang laki-laki bukan sekadar memiliki dunia, tetapi memiliki pasangan hidup yang membawa keberkahan, ketenteraman, dan ketaatan kepada Allah.
Dekat Menenangkan, Jauh Tidak Mengkhawatirkan
Istri shalihah adalah sosok yang ketika suami berada di sisinya, hatinya menjadi tenteram. Kehadirannya menghadirkan ketenangan, kasih sayang, dan semangat dalam menjalani kehidupan.
Allah Ta’ala berfirman:
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21).
Kata “litaskunuu ilaiha” menunjukkan bahwa pasangan hidup adalah tempat memperoleh ketenangan jiwa (sakinah). Istri shalihah bukan hanya menemani ketika bahagia, tetapi menjadi penguat ketika suami menghadapi ujian.
Bahkan ketika berjauhan, istri shalihah tetap menjaga amanah. Suami tidak merasa gelisah karena yakin istrinya menjaga kehormatan, harta, dan keluarga.
Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi
Menjaga Kehormatan Ketika Suami Tidak Ada
Allah memuji para istri yang menjaga diri:
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka.” (QS. An-Nisa: 34).
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang Mengikat Hati Orang Beriman
Ayat ini menjelaskan salah satu ciri istri shalihah: menjaga kehormatan dirinya ketika tidak berada dalam pengawasan suami. Ia sadar bahwa Allah selalu melihat dan mengawasinya.
Ia menjaga pandangan, pergaulan, ucapan, harta suami, serta rahasia rumah tangga. Baginya, kehormatan keluarga adalah amanah yang harus dijaga.
Istri Shalihah: Ahli Ibadah dan Taat kepada Allah
Kecantikan fisik akan berkurang dimakan usia, tetapi kecantikan iman semakin bertambah seiring ketaatan kepada Allah.
Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina
Istri shalihah adalah wanita yang menjaga shalatnya, berpuasa, memperbanyak dzikir, dan berusaha menjalankan perintah Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ… أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang beriman… Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35).
Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan
Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan kedudukan mulia wanita yang taat: beriman, beribadah, sabar, menjaga kehormatan, dan banyak berdzikir.
Jalan Menuju Surga bagi Wanita Shalihah
Islam memberikan kabar gembira bagi wanita yang menjaga ibadah dan kehormatannya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Baca Juga: Rapuhnya Kekuatan Selain Allah
إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Apabila seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, berpuasa pada bulan Ramadhannya, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” (HR Ahmad).
Hadits ini menunjukkan betapa besar kemuliaan seorang wanita yang menjaga hubungan dengan Allah dan menjalankan kewajibannya dalam rumah tangga.
Baca Juga: Hakikat Memberi: Refleksi Diri dalam Setiap Kebaikan
Istri Shalihah Adalah Sahabat Menuju Akhirat
Rumah tangga dalam Islam bukan hanya tempat berbagi kebahagiaan dunia, tetapi juga perjalanan menuju akhirat. Suami dan istri yang saling menguatkan dalam kebaikan akan dikumpulkan kembali oleh Allah dalam surga.
Allah berfirman:
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ
Baca Juga: 7 Amalan Ringan di Usia Senja, Menjemput Berkah Meraih Husnul Khatimah
“(Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang yang shalih dari nenek moyang mereka, pasangan-pasangan mereka, dan anak cucu mereka.” (QS. Ar-Ra’d: 23).
Maka beruntunglah seorang suami yang memiliki istri shalihah. Ia bukan hanya mendapatkan pendamping di dunia, tetapi juga teman perjalanan menuju surga.
Istri shalihah adalah perhiasan yang tidak lapuk oleh zaman. Wajahnya mungkin berubah karena usia, tetapi akhlaknya semakin indah. Senyumnya menenangkan, kesetiaannya menenteramkan, dan doanya menjadi cahaya bagi keluarga.
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita keluarga yang sakinah, mawaddah, wa Rahmah, istri dan suami yang saling mencintai karena Allah, saling menguatkan dalam ibadah, dan berkumpul kembali di surga-Nya. Aamiin. []
Baca Juga: Menikah In This Economy? Rezeki Dijamin Allah, Bukan Slip Gaji
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic