Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hentikan Kebiasaan Ini Agar Perkembangan Sensorik Anak Berkembang Lebih Optimal!

Farah Salsabila Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 31 Juli 2026 - 09:46 WIB

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:46 WIB

43 Views ㅤ

Moms, dunia kesehatan anak terus berkembang. Banyak kebiasaan yang dulu dianggap baik kini mulai dievaluasi berdasarkan penelitian ilmiah terbaru. Hal ini tentu membuat sebagian orang tua bingung karena informasi yang diterima dari generasi sebelumnya sering kali berbeda dengan anjuran para dokter dan praktisi saat ini.

Kabar baiknya, kini orang tua memiliki akses yang jauh lebih mudah terhadap informasi berbasis bukti (evidence-based). Organisasi seperti American Academy of Pediatrics (AAP) secara rutin memperbarui rekomendasi mengenai tumbuh kembang anak agar setiap bayi mendapatkan kesempatan berkembang secara optimal.

Salah satu kebiasaan yang mulai banyak ditinggalkan adalah memakaikan sarung tangan pada bayi sepanjang hari.

Mengapa Bayi Dulu Selalu Dipakaikan Sarung Tangan?

Baca Juga: 4 Amalan Muslimah yang Membuka Pintu Surga

Banyak orang tua memasangkan sarung tangan pada bayi karena beberapa alasan, seperti agar tangan bayi tetap hangat, mencegah bayi mencakar wajahnya, dan membuat bayi terlihat lebih nyaman.

Padahal, menurut dokter anak Dr. Natasha Burgert, MD, FAAP, sarung tangan sebenarnya jarang diperlukan pada bayi yang sehat. Tangan dan kaki bayi yang terasa dingin pada hari-hari pertama setelah lahir merupakan kondisi yang normal. Sementara itu, goresan kecil akibat kuku bayi dapat dicegah dengan memotong kuku secara rutin, bukan dengan menutup tangan bayi sepanjang waktu. Bahkan, beberapa rumah sakit kini sudah tidak lagi menganjurkan penggunaan sarung tangan secara rutin pada bayi baru lahir.

Mengapa Tangan Bayi Sangat Penting?

Sejak lahir, bayi belajar memahami dunia melalui sentuhan. Tangan merupakan “alat belajar” pertama yang dimiliki bayi.

Baca Juga: Belajar Tidak Harus Berhenti Meski Sudah Berkeluarga

Ketika bayi membuka dan menutup telapak tangannya, menyentuh wajahnya, memasukkan tangan ke mulut, meraih benda, dan merasakan berbagai tekstur, sesungguhnya otak sedang membangun jutaan koneksi baru yang menjadi dasar perkembangan motorik, sensorik, bahkan kemampuan kognitif di masa depan. AAP menjelaskan bahwa pengalaman-pengalaman awal inilah yang memperkuat jalur saraf di otak. Semakin sering digunakan, semakin kuat pula koneksi tersebut.

Bagaimana Sarung Tangan Dapat Memengaruhi Perkembangan?

Penggunaan sarung tangan sesekali tentu tidak menjadi masalah. Namun, bila digunakan hampir sepanjang hari, bayi kehilangan banyak kesempatan untuk merasakan tekstur kulitnya sendiri, menggenggam jari orang tua, mengeksplorasi benda di sekitarnya, melatih koordinasi tangan dan mata, dan mengenali posisi tubuhnya (body awareness).

Dalam ilmu terapi okupasi, pengalaman sensorik seperti ini merupakan fondasi penting bagi perkembangan motorik halus.

Baca Juga: Mitos Bantuan untuk Wanita Bercerai pada Era Genosida Israel di Gaza

Penelitian mengenai active motor training juga menunjukkan bahwa bayi yang memperoleh kesempatan lebih banyak untuk aktif menyentuh dan mengeksplorasi benda menunjukkan kemampuan eksplorasi objek yang lebih baik dibandingkan bayi yang hanya menerima stimulasi pasif.

Masa 1.000 Hari Pertama Tidak Akan Terulang

Para ahli menyebut masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (First 1,000 Days). Periode ini merupakan masa paling penting bagi pembentukan otak, sistem saraf, serta perkembangan fisik dan mental anak.

AAP menjelaskan bahwa perkembangan otak pada masa ini berlangsung sangat cepat. Pengalaman yang diterima bayi, termasuk kesempatan bergerak, menyentuh, bermain, dan berinteraksi dengan orang tua, akan membentuk fondasi bagi kemampuan belajar, bahasa, hingga keterampilan sosialnya di kemudian hari.

Baca Juga: Benarkah Ibu Hamil Baca Surah Yusuf Bayinya Jadi Tampan?

Lalu Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Jika bayi lahir sehat dan tidak memiliki kondisi medis tertentu, Moms dapat:

  • membiarkan tangan bayi terbuka saat terjaga;
  • memotong kuku bayi secara rutin agar tidak melukai wajahnya;
  • memberikan kesempatan bayi menyentuh kulit orang tua, kain, mainan bertekstur, dan berbagai permukaan yang aman;
  • melakukan tummy time sesuai usia dan anjuran dokter;

berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis okupasi bila ada kekhawatiran mengenai perkembangan motorik.

Menjadi orang tua bukan berarti harus mempertahankan semua kebiasaan lama, tetapi terus belajar mengikuti ilmu yang berkembang. Hal sederhana seperti melepas sarung tangan bayi saat ia terjaga ternyata dapat membuka lebih banyak kesempatan baginya untuk belajar mengenal dunia melalui sentuhan. []

Baca Juga: Hari ASI Sedunia 2026: Fakta Penting yang Perlu Diketahui Setiap Orang Tua

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Sebotol Parfum untuk Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda