Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Enggan Mendarat di JFK New York, Takut Dicekal Mamdani?

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 17 September 2026 - 14:30 WIB

Kamis, 17 September 2026 - 14:30 WIB

48 Views ㅤ

Sidang Umum PBB (foto: UN News)

New York, MINA — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepertinya mulai khawatir dan kehilangan kenyamanan di panggung internasional.

Dalam kunjungannya ke New York akhir bulan ini untuk menghadiri pbb/">Majelis Umum PBB, pesawat resminya, Wing of Zion, dikabarkan tidak akan mendarat di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) New York seperti biasanya. Dikutip dari New Arab, Kamis (17/9).

Kenapa? Bukan karena cuaca, bukan karena teknis. Tapi karena khawatir dicekal oleh Wali Kota New York, Zohran Mamdani, walikota muslim pertama yang memimpin kota itu.

Netanyahu dan sejumlah pejabat Israel lainnya memang sedang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang genosida Israel di Jalur Gaza.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Amerika Serikat dan Israel bukan pihak dalam Statuta Roma. Pemerintahan Trump bahkan sudah menjatuhkan sanksi kepada staf ICC. Tapi itu tidak membuat Netanyahu tenang.

Wali Kota Zohran Mamdani dengan tegas menyatakan akan berusaha agar pemerintah federal menegakkan surat perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu. Meskipun Kota New York tidak punya wewenang langsung, ancaman itu cukup membuat tim Netanyahu berpikir dua kali.

“Kalau pesawatnya mendarat di JFK, Mamdani bisa saja mencegah pesawat itu tinggal di landasan. Itu akan jadi mimpi buruk protokol,” kata seorang sumber Israel.

Pindah Landasan

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Menurut laporan media Israel, otoritas Israel kini sedang mengeksplorasi opsi pendaratan alternatif: Bandara Internasional Newark Liberty di New Jersey, atau Pangkalan Militer terdekat di sekitar New York.

Tujuannya satu, memastikan pesawat resmi Netanyahu tetap berada di darat selama kunjungan, tanpa risiko dicekal di JFK.

Netanyahu dijadwalkan tiba di AS pada 23 September 2026, berpidato di PBB pada 24 September sore, dan langsung kembali ke Israel malam harinya. Utusan Israel untuk PBB, Danny Danon, mengonfirmasi jadwal itu.

Keamanan Super Ketat, Protes di Mana-Mana

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Kunjungan ini bakal jadi salah satu yang paling ketat pengamanannya dalam sejarah. Dinas Rahasia AS (Secret Service) meningkatkan perannya secara signifikan, mengawal Netanyahu sejak mendarat hingga kembali ke Israel.

Tapi protes sudah menanti. Massa pro-Palestina dijadwalkan menggeruduk hotel tempat Netanyahu menginap dan markas besar PBB saat ia berpidato.

Di sisi lain, kelompok sayap kanan pro-Israel di komunitas Yahudi New York justru mengorganisir aksi dukungan.

Tidak Bertemu Trump

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Yang menarik, Netanyahu tidak dijadwalkan bertemu Presiden Donald Trump. Trump dilaporkan akan meninggalkan New York sebelum Netanyahu tiba.

Jadi, pidato Netanyahu di PBB bukan untuk melobi Gedung Putih, melainkan untuk audiens Israel. Pilpres Israel akan digelar akhir Oktober. Netanyahu diprediksi akan menggunakan podium PBB untuk menyoroti “pencapaian” masa perangnya dan menarik simpati pemilih. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun

Rekomendasi untuk Anda