Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Kecam Menterinya Sendiri Soal Penyiksaan Relawan Global Sumud

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 21 Mei 2026 - 08:17 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:17 WIB

67 Views ㅤ

Perdana Menteri penjajah Zionis Israel Benjamin Netanyahu. (Gambar: World Affair / X)

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam pernyataan salah satu menterinya sendiri Itamar Ben-Gvir terkait dugaan penyiksaan terhadap relawan Global Sumud Flotilla (GSF).

Netanyahu menilai pernyataan tersebut tidak sejalan dengan norma hukum dan nilai yang diklaim dijunjung pemerintah Israel di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap penahanan para aktivis kemanusiaan. KAN melaporkan, Kamis (21/5).

Pernyataan itu muncul setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menuai kritik akibat komentarnya mengenai perlakuan terhadap relawan Global Sumud yang ditahan aparat Israel. Ben-Gvir sebelumnya disebut mendukung tindakan keras terhadap para aktivis yang ikut dalam armada bantuan menuju Gaza tersebut.

Netanyahu dalam keterangannya menegaskan Israel harus bertindak sesuai aturan hukum internasional dan menjaga citra negara di mata dunia. Ia juga meminta seluruh pejabat pemerintah berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan terkait penanganan relawan internasional yang kini menjadi perhatian banyak negara.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Kontroversi tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel setelah aparatnya mencegat dan menahan ratusan peserta Global Sumud Flotilla 2.0 di perairan internasional.

Armada kemanusiaan yang berangkat dari Turki itu membawa bantuan medis, logistik, dan relawan dari sekitar 40 negara untuk Gaza yang masih berada di bawah blokade Israel.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia dan lembaga bantuan hukum Palestina sebelumnya melaporkan adanya dugaan kekerasan, intimidasi, dan perlakuan tidak manusiawi terhadap sebagian relawan yang ditahan.

Beberapa negara, termasuk Italia, Spanyol, Korea Selatan, dan Indonesia, turut menyampaikan protes diplomatik serta menuntut pembebasan warga negaranya yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Kasus penahanan relawan Global Sumud kembali memperburuk citra Israel di tengah krisis kemanusiaan Gaza yang terus menjadi perhatian dunia. Sikap di internal pemerintahan Israel terkait penanganan aktivis asing menunjukkan meningkatnya tekanan politik dan diplomatik yang kini dihadapi Tel Aviv akibat konflik berkepanjangan di Palestina. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda