Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Palestina Sambut Langkah 12 Negara Boikot Perdagangan dengan Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 9 September 2026 - 10:40 WIB

Rabu, 9 September 2026 - 10:40 WIB

30 Views ㅤ

Wapres Palestina Husein al Sheikh (foto: Wafa)

Ramallah, MINA — Palestina menyambut baik langkah 12 negara yang menyatakan akan memberlakukan atau mendukung boikot perdagangan barang yang diproduksi di permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Palestina menilai langkah tersebut sebagai upaya penting untuk menekan perluasan permukiman dan mempertahankan peluang terwujudnya solusi dua negara. Wafa melaporkan, Rabu (9/9).

Wakil Presiden Palestina Hussein Al-Sheikh menyebut keputusan tersebut sebagai “langkah ke arah yang benar”. Namun, ia menegaskan masyarakat internasional perlu bergerak lebih jauh dari sekadar kecaman dan pernyataan politik menuju langkah yang mengikat untuk menghentikan perluasan permukiman dan aneksasi de facto di Tepi Barat.

Ke-12 negara tersebut adalah Inggris, Prancis, Kanada, Denmark, Finlandia, Irlandia, Islandia, Norwegia, Polandia, Portugal, Spanyol dan Swedia. Dalam pernyataan bersama, mereka menyoroti perluasan permukiman Israel dan meningkatnya kekerasan pemukim yang dinilai mengancam kelangsungan solusi dua negara.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Inggris, Prancis dan Kanada secara khusus menyatakan akan mengambil langkah nasional untuk membatasi atau melarang perdagangan barang dari permukiman Israel. Prancis menegaskan kebijakan tersebut bukan boikot terhadap Israel secara keseluruhan, melainkan ditujukan pada produk yang berasal dari permukiman di wilayah Palestina yang diduduki.

Al-Sheikh juga menyoroti rencana pembangunan permukiman E1 di sekitar Yerusalem. Menurutnya, proyek tersebut dapat memecah kesinambungan wilayah Tepi Barat bagian utara dan selatan sehingga semakin mengancam kemungkinan terbentuknya negara Palestina yang berdaulat dan memiliki wilayah yang terhubung.

Langkah tersebut memicu reaksi keras dari Israel. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengumumkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem Timur sebagai respons terhadap kebijakan Inggris, serta menyatakan sejumlah kerja sama dengan Inggris akan dihentikan.

Presidensi Palestina menyerukan agar 12 negara tersebut, Uni Eropa dan masyarakat internasional segera mengubah sikap politik menjadi tindakan yang mengikat, termasuk menghentikan perdagangan dengan permukiman Israel, menjatuhkan sanksi terhadap pemukim ekstrem dan pihak yang mendukung aktivitas permukiman, serta memastikan pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional. []

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda