Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Parlemen Belanda Tolak Jabat Tangan Netanyahu

Ali Farkhan Tsani - Kamis, 8 September 2016 - 13:13 WIB

Kamis, 8 September 2016 - 13:13 WIB

408 Views

Denhaag, 6 Dzulhijjah 1437/8 September 2016 (MINA) – Seorang anggota parlemen Belanda, Tunahan Kuzu, dalam sebuah pertemuan di Gedung Parlemen di Binnenhof, Den Haag, pada Rabu (7/9) menolak berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tengah berkunjung dua hari ke Belanda.

Kantor Berita MINA (Mi’raj Islamic News Agency) dari sumber media setempat Dutch News menyebutkan, pada pertemuan itu Netanyahu menyalami satu per satu pejabat dan politisi setempat sebelum pertemuan tertutup antara delegasi Netanyahu dengan komite urusan luar negeri parlemen Belanda.

Namun, saat Netanyahu mengulurkan tangan pada Tunahan Kuzu, politisi Muslim keturunan Turki dari Partai Denk itu menolak mengulurkan tangannya untuk Netanyahu dan hanya meletakkan tangannya di dada. Kuzu hanya tersenyum sedikit sambil menunjukkan lencana bendera Palestina yang ia sematkan di jasnya.

Netanyahu hanya mengangkat bahunya dan berlalu berjalan ke politisi lainnya. Kejadian itu sempat tertangkap kamera dan ditayangkan di media sosial.

Baca Juga: Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Biaya Energi Uni Eropa

jerualem-online-belanda

Tunahan Kuzu dengan pin Palestina (Jerusalem Online)

Kepada media, Kuzu kemudian mengatakan bahwa ia memprotes karpet merah yang tak layak digelar untuk Netanyahu.

Menurut pendukung vokal hak-hak Palestina itu, ia mengunggah status di jejaring sosial yang menyebut, “karpet merah digulirkan” untuk Netanyahu sementara “pertumpahan darah di Gaza sudah dilupakan”, mengacu pada perang Israel di Jalur Gaza tahun 2014.

“Sementara jalan-jalan Gaza memerah oleh darah yang memercik dari pembuluh darah anak-anak pada musim panas 2014,” tulis Kuzu. “Itu tak layak ada jabat tangan, tapi tunjukkan #FreePalestine.”

Beberapa pengguna Twitter memuji aksi protes Kuzu, dan sebagian lagi menyebut dengan “penolakan jabat tangan sebagai tanda kekuatan.”

Baca Juga: Sepatu Anak-Anak Gaza yang Syahid Dipamerkan di Alun-Alun Amsterdam

Tunahan Kuzu (35), merupakan anggota parlemen Belanda dari partai Denk yang pro-imigran, yang melindungi para imigran asal Turki di Belanda.

Sebelumnya pada periode 2008-2012, ia menjadi anggota Dewan Kota Rotterdam.

Ia bersama rekannya, Selçuk Ozturk, terpilih di parlemen dan terus memperjuangkan agar masyarakat Muslim bisa masuk dalam legislasi Belanda. Mereka berdua berdarah Turki namun asli kelahiran Belanda.

Partai Denk sendiri bervisi untuk mewadahi kelompok minoritas tidak hanya untuk imigran Muslim yang menetap di Belanda. Denk memiliki arti yang serupa dengan think atau “berpikir” dalam bahasa Inggris.

Baca Juga: Paus Leo Tegaskan Tak Takut Trump, Fokus Seruan Perdamaian Dunia

Mereka menyasar segmen pemilih migran yang tersebar di Belanda, sejumlah satu juta dari 17 juta orang penduduk Belanda. (T/P4/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Perundingan Iran-AS Gagal, Harga Minyak Langsung Meledak

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Poster “Wanted” Netanyahu Terpampang di Berbagai Sudut Kota London (foto: Anadolu Agency)
Internasional
Palestina
Indonesia
Israel akan Daftarkan Wilayah Tepi Barat sebagai 'Properti Negara'
Palestina