Kuwait City, MINA – Pemerintah Kuwait mengusir dua diplomat Iran dan menetapkan keduanya sebagai persona non grata setelah serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan Iran menghantam wilayah Kuwait, termasuk Bandara Internasional Kuwait, yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai puluhan lainnya.
Kementerian Luar Negeri Kuwait memanggil kuasa usaha Iran di Kuwait untuk menyampaikan nota protes resmi atas serangan tersebut. Al-Jazeera melaporkan, Kamis (4/6).
Dalam pernyataannya, Kuwait juga memerintahkan dua anggota staf diplomatik Iran meninggalkan negara itu dalam waktu 24 jam sebagai bentuk respons diplomatik terhadap insiden yang dinilai mengancam kedaulatan negara.
Otoritas Kuwait menyatakan serangan rudal dan drone itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas penting, termasuk area di Bandara Internasional Kuwait dan beberapa lokasi diplomatik.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Selain korban jiwa, sedikitnya 63 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Teluk.
Serangan terhadap Kuwait terjadi setelah eskalasi militer antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Iran mengklaim serangannya ditujukan kepada fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan, sementara militer AS menyatakan telah mencegat sejumlah drone dan rudal yang mengarah ke pangkalan mereka di Kuwait dan Bahrain.
Akibat serangan tersebut, operasional penerbangan di Bandara Internasional Kuwait sempat dihentikan dan sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara lain demi alasan keamanan.
Otoritas penerbangan sipil Kuwait kemudian mulai memulihkan layanan secara bertahap setelah melakukan evaluasi kerusakan dan penerapan langkah-langkah pengamanan tambahan.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Langkah pengusiran diplomat Iran menandai meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Teheran di kawasan Teluk.
Sejumlah negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dilaporkan memantau perkembangan situasi dengan cermat karena khawatir konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya dapat meluas serta mengganggu stabilitas keamanan dan jalur perdagangan energi internasional di kawasan tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic