Gaza, MINA – PBB mengungkapkan bahwa satu dari lima orang yang kehilangan anggota tubuh akibat agresi militer Zionis Israel di Jalur Gaza ternyata masih anak-anak.
Akibatnya, ribuan orang kini sangat membutuhkan perawatan prostetik alias pembuatan kaki atau tangan palsu. Sayangnya, tenaga ahlinya sangat terbatas dan bahan-bahan yang diperlukan juga sulit masuk ke Gaza.
“Kami masih sangat khawatir dengan penyakit kulit dan masalah kesehatan lain yang muncul akibat maraknya hama serta tikus,” ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (5/5).
Dujarric menjelaskan bahwa saat ini lebih dari 6.600 orang di Gaza membutuhkan perawatan prostetik. Jumlah itu termasuk ribuan pasien yang diamputasi sejak perang pecah pada Oktober 2023.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Namun, kondisinya sangat ironis. Hanya ada delapan teknisi prostetik yang tersedia untuk menangani ribuan pasien tersebut. Dujarric memperingatkan, dengan kekurangan tenaga ahli dan pembatasan ketat dari Israel terhadap masuknya bahan prostetik, kebutuhan yang ada saat ini saja bisa butuh waktu lima tahun atau lebih untuk dipenuhi.
“Satu dari lima korban amputasi adalah anak-anak,” tegasnya.
Ia pun mendesak perlunya teknisi prostetik internasional segera dikirim, serta jalur masuk yang lancar tanpa hambatan untuk bahan-bahan pembuat prostetik.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic