Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PBB: 2025 Catat Rekor Kematian Tertinggi Pengungsi Rohingya

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 19 April 2026 - 07:41 WIB

Ahad, 19 April 2026 - 07:41 WIB

21 Views ㅤ

Kapal Rohingya (Bangkok Post)

Jenewa, MINA – Tahun 2025 menjadi tahun paling mematikan bagi para pengungsi Rohingya yang menyeberangi Laut Andaman dan Teluk Benggala.

Hampir 900 orang dilaporkan hilang atau tewas di tengah perjalanan laut yang berbahaya. Dikutip dari Badan Pengungsi PBB (UNHCR), pada Jumat (17/4).

Angka tersebut menjadikan 2025 sebagai rekor kematian tertinggi yang pernah tercatat di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Dalam kurun waktu sekitar satu dekade terakhir, diperkirakan sekitar 5.000 pengungsi Rohingya telah tenggelam di kedua jalur perairan tersebut.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

“Sayangnya, hal ini menjadikan Laut Andaman dan Teluk Benggala sebagai kuburan tanpa tanda bagi ribuan pengungsi Rohingya yang putus asa,” ujar juru bicara UNHCR, Babar Baloch, saat berbicara di Jenewa.

Sejak tahun 2012, hampir 200.000 pengungsi Rohingya telah mempertaruhkan nyawa mereka dalam perjalanan laut yang ekstrem berbahaya. Mereka nekat melarikan diri dari kesengsaraan dan penganiayaan yang berkepanjangan di Myanmar.

Puncak eksodus besar-besaran terjadi pada tahun 2017, ketika ratusan ribu warga Rohingya melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Ra’ad al-Hussein, menggambarkan penganiayaan yang mereka alami sebagai “contoh buku teks tentang pembersihan etnis.” []

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Asia
Asia
Dunia Islam