Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembicaraan AS-Iran Putaran Ketiga yang Menentukan Sedang Berlangsung

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Ahad, 12 April 2026 - 04:43 WIB

Ahad, 12 April 2026 - 04:43 WIB

6 Views

Delegasi negosiasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (kiri) berkonsultasi setelah fase pertama negosiasi dengan delegasi AS di Islamabad, 11 April 2026. (Foto: Press TV)

Islamabad, MINA – Putaran ketiga yang menentukan dari pembicaraan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan antara Amerika Serikat dan Iran saat ini sedang berlangsung di Islamabad, Kamis (12/4) dini hari.

Sumber-sumber mengkonfirmasi bahwa Ketua Parlemen Iran dan kepala delegasi Mohammad Baqer Qalibaf, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dan Wakil Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Bagheri-Kani ikut serta.

Setelah dua putaran sebelumnya, ini tampaknya merupakan upaya terakhir untuk mengamankan kesepakatan atas proposal 10 poin Iran untuk mengakhiri perang agresi, kata sumber-sumber yang mengetahui kepada Press TV.

Putaran ketiga ini terjadi setelah tim ahli dari delegasi negosiasi Iran dan Amerika bertukar teks tertulis untuk mencapai kerangka kerja tentang topik yang dibahas, serta memastikan bahwa tidak ada ruang untuk ambiguitas dalam draf proposal.

Baca Juga: Armada Global Sumud Flotilla Lanjutkan Pelayaran ke Gaza Usai Tertunda Imbas Cuaca Buruk

Delegasi Iran berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut setelah Amerika Serikat memutuskan untuk melepaskan aset Iran yang dibekukan dan memaksa rezim Israel mengakhiri agresinya terhadap Lebanon.

Ini adalah salah satu tuntutan Iran dalam rencana 10 poinnya, yang sebelumnya telah disampaikan Teheran kepada Washington melalui perantara sebagai bagian dari tanggapannya terhadap proposal gencatan senjata AS.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh badan keamanan tertinggi Iran pada Rabu (8/4), Amerika Serikat menyetujui proposal 10 poin yang menyerukan tidak adanya agresi baru terhadap Iran, kelanjutan kendali Iran atas Selat Hormuz, penerimaan pengayaan uranium, penghapusan semua sanksi primer dan sekunder, penghentian semua resolusi Dewan Keamanan PBB anti-Iran serta resolusi Dewan Gubernur IAEA, pembayaran kompensasi kepada Iran, penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut, dan penghentian perang di semua front, termasuk melawan Perlawanan Islam Lebanon (Hezbollah).

Presiden AS Donald Trump menyebut rencana tersebut sebagai “dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi.”

Baca Juga: Inggris, Prancis, dan Negara NATO Lain Tolak Gabung Blokade di Perairan Arab

Proposal 10 poin tersebut juga diserahkan kepada Islamabad sebelum pembicaraan sebagai dasar negosiasi antara kedua belah pihak. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Akademisi Iran yang Dipenjara di Prancis Atas Sikap Anti-Genosida Kini Bebas

Rekomendasi untuk Anda

Timur Tengah
Dunia Islam
Internasional
Palestina