Yerusalem, MINA – Para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem mengeluarkan pernyataan tegas, menolak Zionisme Kristen dan klaim tanpa izin untuk mewakili umat Kristen di Tanah Suci.
Mereka mengatakan tindakan tersebut menyesatkan publik, menebar kebingungan, dan mengancam persatuan komunitas Kristen setempat. Quds News melaporkan, Sabtu (17/1).
Pernyataan tersebut menekankan bahwa kawanan Kristus di Tanah Suci adalah milik Gereja-gereja Apostolik, yang telah mempertahankan pelayanan mereka selama berabad-abad.
Para pemimpin gereja memperingatkan bahwa individu-individu yang mempromosikan ideologi politik, seperti Zionisme Kristen, seringkali mendapat dukungan dari aktor-aktor politik di Israel dan luar negeri. Aliansi-aliansi ini, kata mereka, berisiko merusak kehadiran umat Kristen di Tanah Suci dan di seluruh Timur Tengah.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Mereka menekankan bahwa mengklaim otoritas di luar gereja-gereja bersejarah merusak persatuan dan membebani misi pastoral gereja-gereja yang melestarikan warisan suci tanah tempat Yesus hidup, mengajar, menderita, dan bangkit dari kematian.
Para pemimpin menyatakan keprihatinan bahwa beberapa individu yang mempromosikan Zionisme Kristen telah diterima di tingkat resmi baik lokal maupun internasional.
Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai “campur tangan dalam kehidupan internal gereja-gereja” dan mengatakan tindakan tersebut merusak tanggung jawab pastoral yang dipercayakan kepada para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem.
Para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem menegaskan kembali hanya merekalah yang berbicara atas nama gereja-gereja dan umatnya dalam semua hal yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan, komunal, dan pastoral Kristen di Tanah Suci.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Bulan lalu, lebih dari 1.000 pemimpin Kristen evangelis Amerika mengunjungi Israel dan memasuki plaza Tembok Al-Buraq di Masjid Al-Aqsa, melakukan ritual keagamaan dalam tindakan provokatif.
Banyak pemimpin agama Kristen mengutuk kunjungan tersebut, dengan menyatakan secara jelas bahwa delegasi tersebut tidak mewakili umat Kristen. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic