Sanaa, MINA – Pemimpin kelompok Ansarullah (Houthi) Yaman, Abdul Malik al-Houthi, memperingatkan bahwa setiap bentuk kehadiran Israel di wilayah Somaliland, Somalia, akan diperlakukan sebagai sasaran militer. Peringatan tersebut disampaikan dalam pidato yang dirilis pada Ahad (28/12) waktu setempat.
Abdul Malik al-Houthi menegaskan, langkah Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat merupakan bagian dari strategi ekspansi dan pengaruh Tel Aviv di kawasan Afrika Timur dan Laut Merah. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mengancam stabilitas regional serta kepentingan negara-negara Muslim.
“Setiap keberadaan atau aktivitas Israel di Somaliland akan dianggap sebagai target militer,” ujar al-Houthi dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip media setempat.
Ia menilai, pengakuan Israel terhadap Somaliland tidak dapat dilepaskan dari upaya memperluas kehadiran militer dan intelijen Israel di kawasan strategis yang berdekatan dengan jalur pelayaran internasional. Abdul Malik juga menuding Israel berupaya memanfaatkan konflik dan perpecahan internal di dunia Islam demi kepentingan geopolitiknya.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Somaliland sendiri merupakan wilayah yang mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991, namun hingga kini belum diakui secara luas oleh komunitas internasional. Langkah Israel mengakui Somaliland dinilai kontroversial dan berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan Tanduk Afrika.
Pernyataan pemimpin Houthi tersebut menambah daftar sikap keras kelompok itu terhadap Israel, terutama sejak eskalasi konflik di Gaza. Ansarullah Yaman selama ini menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan menentang segala bentuk normalisasi hubungan dengan Israel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel maupun otoritas Somaliland terkait pernyataan Abdul Malik al-Houthi tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic