Washington, MINA — Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengungkapkan sekitar 140 personel militer AS mengalami luka-luka sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran pada akhir Februari 2026.
Pengakuan tersebut menjadi gambaran terbaru dampak konflik yang terus memanas antara Iran di satu pihak dengan Amerika Serikat dan Israel di pihak lain. The New York Post melaporkan, Rabu (11/3).
Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan sebagian besar luka yang dialami para prajurit tergolong ringan. Ia menyebutkan dari total korban luka tersebut, sebanyak 108 personel telah pulih dan kembali menjalankan tugas, sementara delapan lainnya mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan medis intensif.
Konflik bersenjata tersebut dimulai pada 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer ke sejumlah target di Iran dalam operasi yang dikenal sebagai “Epic Fury”.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sejak saat itu, Iran melakukan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer AS serta kepentingan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Selain korban luka, laporan militer AS juga menyebutkan sedikitnya tujuh tentara Amerika tewas dalam berbagai serangan yang terjadi sejak awal konflik. Beberapa di antaranya dilaporkan gugur akibat serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait dan Arab Saudi.
Para pejabat militer Amerika Serikat menyatakan bahwa konflik masih berlangsung dan situasi di kawasan Timur Tengah tetap sangat dinamis.
Serangan balasan Iran terus menyasar pangkalan militer AS, fasilitas energi, serta target strategis di wilayah Teluk, sementara pasukan AS dan Israel meningkatkan operasi udara terhadap instalasi militer Iran.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Meningkatnya jumlah korban di pihak Amerika Serikat menunjukkan bahwa perang tersebut berpotensi berlangsung lebih lama dan meluas ke kawasan lain di Timur Tengah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic