New York, MINA – Hamas dan faksi-faksi bersenjata lainnya di Gaza menyetujui untuk pertama kalinya menyerahkan senjata dan kewenangan sipil serta keamanan penuh kepada administrasi transisi yang diakui PBB, demikian pernyataan Nikolay Mladenov, Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian Gaza, yang dikutip Kamis (27/8).
Mladenov menyampaikan pernyataan tersebut dalam pengarahan Dewan Keamanan PBB mengenai implementasi rencana perdamaian Gaza yang didukung AS, menurut pernyataan dewan tersebut di platform media sosial X.
Ia mengklaim langkah ini dapat secara dramatis meningkatkan kehidupan secara berkelanjutan bagi warga Palestina di Gaza untuk memberikan keamanan yang langgeng bagi warga Israel.
Dewan Perdamaian meluncurkan peta jalan 15 poin pada akhir Juli lalu yang menyerukan pelucutan senjata Hamas dan faksi-faksi bersenjata lainnya, penyerahan administrasi Gaza kepada Komite Nasional dan penarikan bertahap Israel.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana tersebut awal bulan ini, dengan mengatakan Hamas harus dilucuti sepenuhnya sebelum penarikan Israel dilakukan. Sementara itu, Hamas merespons dengan menyerukan tekanan internasional kepada Israel untuk mengimplementasikan peta jalan tersebut.
Mladenov menjelaskan, peta jalan tersebut menyerukan penghapusan setiap kategori senjata di Gaza. Tidak ada zona abu-abu dan tidak ada kategori yang dikecualikan. Proses ini berlaku untuk senjata berat dan fasilitas produksinya, gudang senjata, terowongan, senjata api pribadi dan senjata yang dipegang oleh faksi-faksi bersenjata.
Di bawah rencana tersebut, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) akan menjadi satu-satunya badan yang berwenang untuk memiliki, menyimpan, atau mengendalikan senjata.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic