Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat Tempur AS Ngumpul di Bandara Israel, Akan Serang Iran?

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:49 WIB

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:49 WIB

37 Views ㅤ

Pesawat tempur AS (Foto: U.S. Central Command/X)

Tel Aviv, MINA – Sejumlah pesawat militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan berkumpul di Bandara Ben Gurion, Israel, di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.

Pergerakan aset militer tersebut memunculkan spekulasi mengenai peningkatan kesiapan pertahanan maupun kemungkinan dukungan logistik AS jika konflik kembali berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas. Media KAN melaporkan, Sabtu (11/7).

Rekaman video yang beredar memperlihatkan sejumlah pesawat militer berukuran besar berada di area bandara dengan aktivitas yang cukup intens. Hingga kini, otoritas AS maupun Israel belum memberikan penjelasan rinci mengenai tujuan pengerahan tersebut.

Namun,kehadiran pesawat angkut dan pendukung logistik biasanya berkaitan dengan penguatan operasi militer, distribusi peralatan, maupun dukungan terhadap sistem pertahanan udara.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Pengerahan itu terjadi ketika hubungan Iran dan Israel kembali memanas setelah serangkaian insiden keamanan yang meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam beberapa bulan terakhir, kedua pihak saling melancarkan serangan dan ancaman balasan, sementara Amerika Serikat terus menyatakan komitmennya mendukung keamanan Israel sekaligus meningkatkan kehadiran militernya di kawasan.

Sejak awal 2026, Washington telah memperkuat postur militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan tambahan pesawat tempur, pesawat pengisian bahan bakar di udara, kapal induk, serta sistem pertahanan rudal.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya melindungi kepentingan dan personel AS di kawasan, sekaligus merespons meningkatnya ancaman keamanan akibat konflik yang melibatkan Iran dan sekutunya.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Meningkatnya aktivitas militer juga berdampak pada sektor penerbangan sipil. Sejumlah maskapai internasional masih membatasi atau mengalihkan rute penerbangan menuju beberapa negara di Timur Tengah karena pertimbangan keamanan.

Situasi tersebut turut memengaruhi arus logistik dan mobilitas warga di kawasan yang sejak beberapa bulan terakhir berada dalam kondisi tidak menentu.

Komunitas internasional terus menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Berbagai negara menilai konflik terbuka antara Iran dan Israel berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, memicu kenaikan harga energi dunia, serta memperburuk krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Timur Tengah, khususnya di Jalur Gaza. []

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda