Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PM Anwar Ibrahim: Dunia Tak Boleh Diam atas Serangan Israel ke Global Sumud Flotilla

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 19 Mei 2026 - 17:27 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:27 WIB

31 Views ㅤ

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: X)

Kuala Lumpur, MINA – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras serangan dan penahanan aktivis kemanusiaan oleh Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla yang sedang berlayar menuju Jalur Gaza.

Anwar menegaskan dunia internasional tidak boleh terus diam dan tunduk terhadap tindakan represif Israel yang menghalangi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Bernama melaporkan Selasa (19/5).

Dalam pernyataannya, Anwar menyebut tindakan Israel terhadap armada sipil pembawa bantuan kemanusiaan sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional.

Ia menilai intersepsi kapal di perairan internasional menunjukkan upaya sistematis untuk membungkam solidaritas global terhadap penderitaan rakyat Gaza yang masih berada di bawah blokade berkepanjangan.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Pemerintah Malaysia juga mendesak pembebasan segera seluruh aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan Israel. Menurut Anwar, sedikitnya 16 warga Malaysia ikut berada dalam misi kemanusiaan tersebut bersama ratusan relawan dan jurnalis dari berbagai negara.

Ia menegaskan Malaysia akan terus menggunakan jalur diplomatik internasional untuk menekan Israel agar menghentikan tindakan yang dinilai melanggar prinsip kemanusiaan global.

Serangan terhadap Global Sumud Flotilla memicu kecaman luas dari berbagai negara. Indonesia bersama sembilan negara lain, termasuk Turki, Brasil, Pakistan, dan Spanyol, secara resmi mengecam tindakan militer Israel terhadap armada bantuan sipil tersebut.

Mereka menilai pencegatan kapal kemanusiaan di Laut Mediterania sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi sipil.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Di berbagai negara Eropa, ribuan orang juga turun ke jalan untuk memprotes penyerangan terhadap armada Global Sumud Flotilla.

Demonstrasi besar berlangsung di Italia dan Yunani dengan membawa bendera Palestina serta tuntutan pembebasan para aktivis yang ditahan. Massa juga mendesak pemerintah negara-negara Barat menghentikan dukungan terhadap agresi Israel di Gaza.

Global Sumud Flotilla merupakan misi kemanusiaan internasional yang membawa bantuan logistik, obat-obatan, dan dukungan solidaritas bagi warga Gaza. Dalam beberapa tahun terakhir, armada serupa kerap menghadapi intersepsi dan serangan Israel saat mencoba menembus blokade Gaza melalui jalur laut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Rekomendasi untuk Anda