Makkah, MINA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiagakan 10 pos layanan jamaah Indonesia di kawasan Masjidil Haram, Makkah, untuk membantu jamaah yang tersesat, terpisah dari rombongan, maupun mengalami kelelahan saat beribadah.
Jamaah diimbau tidak panik apabila kehilangan arah dan segera mendatangi petugas haji yang berjaga di titik-titik strategis tersebut.
Petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi menjelaskan kawasan Masjidil Haram menjadi salah satu lokasi yang paling sering membuat jamaah kebingungan, terutama lansia dan jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji.
Banyaknya pintu keluar, lorong, serta padatnya arus manusia membuat jamaah rentan terpisah dari kelompoknya, khususnya setelah thawaf dan sa’i.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Adapun titik pos petugas haji Indonesia ditempatkan di sejumlah area vital, antara lain Terminal Syib Amir, pintu keluar Marwah, area sa’i, area thawaf, pintu Babussalam, pertigaan Bab Ali-Syib Amir, area WC 3 arah terminal, ATM Center Dar At-Tawhid, arah hotel jamaah, hingga Terminal Jabal Ka’bah.
Khusus di area thawaf, petugas laki-laki mengenakan pakaian ihram bertuliskan “Petugas Haji Indonesia 2026” agar mudah dikenali jamaah.
Selain membantu jamaah yang tersesat, para petugas juga memberikan layanan kesehatan ringan, pendampingan bagi lansia dan disabilitas, serta informasi arah menuju terminal dan hotel.
PPIH menyebut petugas bersiaga selama 24 jam mengingat jumlah jamaah Indonesia di Masjidil Haram terus meningkat seiring kedatangan gelombang jamaah dari Madinah maupun dari Tanah Air menuju Makkah.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Pemerintah Indonesia juga mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi. Jamaah dianjurkan membawa payung, masker, semprotan air, serta tidak memaksakan diri beribadah sunnah berlebihan sebelum puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Langkah antisipasi ini penting untuk mengurangi risiko dehidrasi dan kelelahan yang kerap dialami jamaah lanjut usia.
Musim haji tahun ini diperkirakan menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar pascapandemi dengan jutaan umat Islam memadati Tanah Suci.
Karena itu, keberadaan pos layanan haji Indonesia dinilai sangat penting untuk memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tetap memperoleh bantuan cepat saat menghadapi kendala di kawasan Masjidil Haram.
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic