Presiden Aljazair Dirawat di Rumah Sakit Militer

Aljir, MINA – Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune telah dirawat di unit perawatan khusus di sebuah rumah sakit militer, kata kantornya pada Selasa (27/10), beberapa hari sebelum referendum tentang perubahan konstitusi dilaksanakan.

Pernyataan dari kepresidenan yang dimuat di media pemerintah Aljazair tidak merinci apakah Tebboune dinyatakan positif mengidap virus corona, tetapi dikatakan bahwa kondisinya stabil dan tidak menimbulkan kekhawatiran apa pun. Dia masih bekerja, MEMO melaporkan.

Tebboune (75) mengatakan pada Sabtu bahwa dia mengisolasi diri setelah beberapa asisten senior dinyatakan positif terkena virus corona.

“Saya meyakinkan Anda, saudara dan saudari saya, bahwa saya baik-baik saja dan sehat, dan bahwa saya melanjutkan pekerjaan saya,” katanya saat itu.

Jika penyakitnya dipastikan sebagai COVID-19, dia akan menjadi salah satu dari sekelompok kecil pemimpin dunia yang jatuh sakit akibat penyakit tersebut, termasuk Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Presiden Brasil Jair Bolsonaro.

Rawat inap Tebboune terjadi pada saat kritis dalam upayanya untuk membalikkan kondisi pada saat protes jalanan besar-besaran, yang pada tahun lalu memaksa pendahulunya Abdelaziz Bouteflika mundur dari kekuasaan setelah 20 tahun berkuasa.

Terpilih pada bulan Desember, Tebboune telah mendorong konstitusi baru yang membatasi masa jabatan presiden dan memberikan lebih banyak kekuasaan kepada parlemen dan peradilan. Itu akan dimasukkan ke dalam referendum pada Ahad (1/11). (T/RI-1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)