Jakarta, MINA – Aktivis Global Sumud Flotilla, Wanda Hamidah menegaskan pentingnya literasi dan penguasaan ilmu pengetahuan dalam perjuangan pembebasan Baitul Maqdis. Hal tersebut ia sampaikan dalam Maemunah Webinar Volume 3 bertajuk “Remaja Muslimah dan Budaya Baitul Maqdis” pada Ahad (15/2) malam.
Ia menyampaikan bahwa wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad adalah perintah membaca. Namun, ia menyoroti kondisi literasi di Indonesia yang saat ini masih sangat rendah.
“Kunci kebebasan Baitul Maqdis ada pada pengetahuan (knowledge). Sebelum membela dengan senjata dan kekuatan fisik, yang perlu kita lakukan saat ini adalah memberikan edukasi. Bagaimana kita bisa menjadi pembebas Baitul Maqdis jika tingkat literasi kita masih rendah?” ujar Wanda.
Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk melakukan “pembebasan akal” melalui budaya membaca, riset, dan penguasaan ilmu pengetahuan. Menurutnya, memberantas kebodohan adalah tanggung jawab bersama.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
“Mustahil suatu umat dapat membebaskan tanahnya jika generasinya masih terjajah secara pemikiran dan terpengaruh narasi penjajah serta pihak yang merampas tanah mereka,” tegasnya.
Wanda mendorong para pemuda untuk memperbanyak penelitian tentang Baitul Maqdis. Ia menilai saat ini banyak kajian dari perspektif zionis yang bercampur dengan distorsi dan kepalsuan, sehingga diperlukan penelitian yang lebih objektif.
Ia juga berharap generasi mendatang mampu mengubah keadaan dengan menguasai berbagai lini kehidupan secara santun sesuai Al-Qur’an dan hadis, serta menjadi pemimpin yang adil, berani menegakkan amar makruf nahi mungkar, dan tidak tersandera kepentingan duniawi. []
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic