Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program Mendongeng Redakan Trauma Anak Korban Banjir Sumatra Barat

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 6 Desember 2025 - 21:44 WIB

Sabtu, 6 Desember 2025 - 21:44 WIB

10 Views ㅤ

Komdigi menggelar kegiatan Dukungan Psikososial untuk membantu pemulihan kondisi psikososial anak-anak yang menjadi korban banjir dan longsor di Sumatra Barat, Jumat (5/12/25). (Foto: Komdigi)

Padang, MINA — Program dukungan psikososial melalui kegiatan mendongeng menjadi terapi efektif untuk membantu anak-anak korban banjir dan longsor di Sumatra Barat memulihkan trauma sekaligus mengurangi ketergantungan pada gawai.

Para pendamping mencatat bahwa aktivitas ini membuat anak lebih tenang, mampu mengelola emosi, serta tidak lagi larut dalam kecemasan pascabencana.

Aktivis Anak, Maia Janitra yang menjadi fasilitator kegiatan tersebut mengatakan, Jumat (5/12) bahwa metode mendongeng mampu menghadirkan rasa aman bagi anak-anak yang baru menghadapi peristiwa traumatis. Menurutnya, saat anak terlibat dalam alur cerita, perhatian mereka teralihkan dari tekanan psikologis yang muncul akibat kehilangan dan perpindahan ke pengungsian.

Maia menuturkan, anak-anak korban banjir memiliki cara unik memahami kehilangan barang-barang mereka. Beberapa di antara mereka bahkan menganggap barang yang hilang sebagai bagian dari identitas diri. Hal ini dipengaruhi lingkungan digital dan budaya belanja daring yang membuat anak mudah melekat pada benda tertentu.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Dalam proses pendampingannya, Maia juga menemukan bahwa sebagian anak masih takut ketika hujan turun karena mengingatkan mereka pada banjir besar. Namun, setelah mengikuti sesi mendongeng, kecemasan mereka terlihat menurun dan mereka kembali aktif berinteraksi dengan teman sebaya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran orang dewasa untuk mendampingi dan mengarahkan sangat penting agar karakter anak tetap terbentuk secara positif setelah bencana.

Maia mengingatkan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan di masa krisis dapat memicu tantrum dan perilaku agresif. Sebaliknya, kegiatan mendongeng mengajak anak untuk lebih realistis, berpikir tenang, serta belajar memahami situasi. Ia juga mendorong para orang tua agar lebih kreatif dalam memanfaatkan media pendukung sehingga anak semakin antusias.

Program dukungan psikososial ini juga sejalan dengan PP 17/2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas), yang mengatur filter usia, persetujuan orang tua, dan perlindungan dari konten negatif.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Selain itu, berbagai fasilitas pemulihan jaringan dan Posko Informasi turut dibangun di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara untuk mendukung kelancaran komunikasi, koordinasi penanganan bencana, serta menyediakan ruang kerja bagi jurnalis dan operator telekomunikasi.

[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Rekomendasi untuk Anda

Hunian Sementara (Huntara) Untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra (Dok: Hutama Karya)
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia