Utrecht, MINA – Aksi protes digelar pada Kamis (29/1) di kota Utrecht, Belanda, mengecam kekerasan polisi yang dinilai bermuatan rasis setelah seorang petugas dilaporkan menganiaya dua perempuan Muslim.
Puluhan orang berkumpul di Lapangan Vredenburg untuk memprotes insiden yang terjadi di depan pusat perbelanjaan Hoog Catharijne, Utrecht. Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang polisi memukul salah satu korban dengan tongkat dan menendang perempuan lainnya di bagian perut.
Para pengunjuk rasa menyatakan, kejadian tersebut bukan kasus terpisah dan menuding adanya praktik kekerasan rasis yang terjadi secara sistematis dan berulang dalam tubuh kepolisian Belanda. Mereka menuntut permintaan maaf terbuka dari pihak kepolisian kepada para korban dan publik, serta jaminan agar insiden serupa tidak terulang.
Dalam aksi tersebut, massa juga menuntut agar petugas yang terlibat segera diskors. Sejumlah slogan dikumandangkan, antara lain “No justice, no peace,” “No to racist police,” dan “Fascist police, stop the terror.”
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Setelah berkumpul di pusat kota, para demonstran melanjutkan aksi dengan berjalan menuju kantor polisi Paardenveld di Utrecht.
Kepolisian Belanda menyatakan telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut dan akan meninjau seluruh rekaman video yang tersedia. Pihak kepolisian juga menyebutkan bahwa salah satu perempuan sempat ditahan dengan tuduhan menghina petugas.
Seorang juru bicara polisi mengakui bahwa rekaman video tersebut memicu emosi dan pertanyaan publik, terutama terkait isu rasisme, sebagaimana dilaporkan oleh penyiar publik Belanda, NOS.
Pengacara korban, Anis Boumanjal, mengatakan kepada NOS bahwa petugas tersebut melontarkan sejumlah pernyataan bernada rasis, termasuk mengatakan kepada para korban,
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
“Kalian tidak pantas berada di negara ini.” Ia menambahkan bahwa kedua perempuan mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut dan saat ini sedang menjalani perawatan medis.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic