Gaza, MINA – Puluhan warga Palestina yang mengungsi menggelar protes pada Ahad (24/5) di Gaza Tengah menentang blokade Israel yang terus berlangsung dan memburuknya kondisi pangan, serta menyerukan agar penyeberangan dibuka kembali dan bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa hambatan.
Seperti dikutip dari Anadolu Agency, para peserta mengibarkan bendera Palestina dan spanduk-spanduk yang mengecam kondisi kehidupan yang memburuk dan kelangkaan pangan, serta menyerukan akses tanpa batas terhadap makanan dan obat-obatan.
Ali Al-Shashniya, koordinator dan juru bicara komite suku dan rakyat di kamp pengungsi Al-Bureij, mengatakan kepada Anadolu bahwa warga Gaza menghadapi kondisi kemanusiaan yang semakin sulit di tengah blokade yang terus berlangsung dan kelangkaan pangan.
Ia mengatakan ribuan keluarga dan pengungsi sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, serta memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan dapat memburuk jika pembatasan pengiriman bantuan terus berlanjut.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Hassan Rayyan, seorang warga Palestina yang mengungsi dari Gaza utara, mengatakan ribuan keluarga kehilangan rumah dan sumber pendapatan selama perang Israel-Hamas dan sekarang bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk kebutuhan dasar.
“Kami ingin hidup dengan bermartabat. Kami kehilangan rumah dan situasi kemanusiaan kami menjadi sangat sulit,” katanya kepada Anadolu.
Beberapa pengunjuk rasa membawa panci masak kosong sebagai simbol memburuknya krisis pangan yang dihadapi keluarga Palestina di wilayah kantong tersebut.
Menurut Program Pangan Dunia, 1,6 juta orang di Gaza, atau 77 persen dari populasi, menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang parah, termasuk lebih dari 100.000 anak-anak dan 37.000 ibu hamil dan menyusui.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic