Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putaran Kedua Perundingan Tidak Langsung AS-Iran Dimulai di Jenewa

Rudi Hendrik Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 17 Februari 2026 - 20:11 WIB

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:11 WIB

15 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Bousaidi menerima Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff secara terpisah di Kedutaan Besar Kesultanan Oman di Jenewa, Swiss, Selasa, 17 Februari 2026. (Foto: NSTRIKE / X)

Jenewa, MINA – Putaran kedua perundingan tidak langsung Iran-AS telah dimulai di Kedutaan Besar Kesultanan Oman di Kota Jenewa, Swiss, Selasa (17/2) dengan Iran menegaskan kembali keterlibatannya yang serius dalam jalur negosiasi.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa delegasi Iran dan AS bertukar pesan melalui mediator Oman sebagai bagian dari putaran saat ini.

Kepala biro Al Mayadeen di Jenewa melaporkan, perundingan dibuka dengan pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan mitranya dari Oman, Badr al-Bousaidi, di mana Abbas Araghchi menyampaikan visi Iran mengenai program nuklir dan pencabutan sanksi.

Pembicaraan nuklir bergantung pada Amerika Serikat yang menghindari tuntutan yang tidak realistis.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Sementara itu, seorang pejabat senior Iran, yang meminta untuk tetap anonim, mengatakan kepada Reuters, keseriusan dalam mencabut sanksi terhadap Iran dan penghindaran tuntutan yang tidak realistis dari pihak Amerika Serikat adalah kunci untuk memastikan pembicaraan nuklir yang efektif di Jenewa.

Pejabat itu menegaskan bahwa Teheran datang ke meja perundingan dengan “proposal yang tulus dan konstruktif.”

Pembicaraan terbatas pada program nuklir dan pencabutan sanksi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam