Renungan Ramadhan H15: Selagi Syaitan Dibelenggu

Oleh Ali Farkhan Tsani, Direktur Islamic Center Ma’had Tahfiz Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI Foundation) Bekasi, Jabar

 

Jika kita berhadapan dengan musuh yang bersenjata lengkap, kita akan kesulitan menghdapinya. Namun, jika musuh itu dibelenggu, dirantai, tentu mereka tidak akan leluasa menyerang dan mengganggu kita.

Kita pun bisa leluasa mengerjakan kegiatan-kegiatan kita dengan lancar tanpa hambatan berarti.

Namun, walaupun dibelenggu, musuh ini masih bisa membujuk kita dengan kata-katanya, janji-janjinya dan angan-angannya.

Maka, tak cukup mengandalkan musuh dibelenggu. Yang paling pokok adalah diri kita sendiri yang harus mampu mengendalikan diri dan selalu waspada.

Musuh abadi manusia adalah syaitan yang menggoda setiap saat. Kini, pada bulan Ramadhan ini, para syaitan dibelenggu. Mereka tidak leluasa lagi mengganggu kita. Tinggal kita menghadapi nafsu yang ada pada diri sendiri.

Di dalam hadits dikatakan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syaitan dibelenggu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Mengapa syaitan dibelenggu tapi pada bulan Ramadhan masih saja ada orang yang berbuat dosa dan maksiat? Ya, karena bisa saja maksiat itu muncul disebabkan pengaruh jiwa yang buruk atau nafsu.

Makna lainnya menurut ulama, syaitan tidak sebebas ketika dilepas. Karena makhluk yang dibelenggu hanya terikat bagian tangan dan lehernya. Sementara kakinya, lidahnya masih bisa berkarya.

Pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup, juga bermakna segala amal kebaikan yang akan menuju surga sangat dipermudah. Sebaliknya, segala perbuatan maksiat dan keburukan diperhambat.

Jadi, selagi syaitan dibelenggu, mari kita maksimalkan segala ibadah dan amal kebaikan sepanjang bulan Ramadhan ini. Jangan sisakan sejengkalpun untuk berbuat maksiat.

Sehingga nanti seusai Ramadhan, mudah-mudahan jiwa kita mendapatkan kekuatan untuk istiqamah di jalan Allah. Aamiin. (A/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)